<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Evaluasi Penggunaan Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan, Porositas, dan Perilaku Korosi Beton Melalui Uji Akselerasi</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">M. Rizki</mods:namePart><mods:namePart type="family">Saputra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya limbah beton hasil pembongkaran bangunan yang belum termanfaatkan secara optimal, serta tingginya eksploitasi agregat alam yang berdampak pada degradasi lingkungan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan limbah beton sebagai Recycled Concrete Aggregate (RCA) untuk menggantikan sebagian atau seluruh agregat kasar alami dalam campuran beton. Namun demikian, penggunaan RCA berpotensi memengaruhi sifat mekanis dan durabilitas beton akibat keberadaan mortar lama yang masih melekat pada permukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi RCA terhadap kuat tekan, porositas, penyerapan air, dan perilaku korosi tulangan beton melalui uji akselerasi, serta menentukan persentase substitusi RCA yang optimum. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan benda uji silinder dengan mutu beton rencana K-250 (f’c 20,75 MPa). Variasi campuran yang digunakan adalah 0% RCA sebagai beton kontrol, 50% RCA, dan 100% RCA, dengan masing-masing tiga benda uji per variasi. Pengujian beton meliputi uji kuat tekan, porositas, dan penyerapan air pada umur 7 dan 28 hari, sedangkan pengujian korosi pada umur 28 hari menggunakan metode Akselerasi Korosi dalam larutan NaCl 3% dengan arus DC. Laju korosi dihitung menggunakan metode weight loss mengacu pada ASTM G 31-72. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan RCA secara umum meningkatkan porositas dan penyerapan air beton akibat struktur mortar lama yang lebih berpori, namun perbedaannya semakin kecil seiring bertambahnya umur beton akibat proses hidrasi yang berkelanjutan. Beton 100% RCA menunjukkan kuat tekan yang memenuhi mutu rencana K-250 dengan nilai porositas dan laju korosi yang mendekati beton kontrol, sedangkan beton 50% RCA menunjukkan performa terendah pada seluruh parameter pengujian. Berdasarkan hasil tersebut, substitusi 100% RCA merupakan variasi optimum yang layak digunakan sebagai alternatif agregat kasar pada beton struktural yang ramah lingkungan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Sipil Bangunan Gedung FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>