<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Upaya Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Karakter Entrepreneur menggunakan Model Pembelajaran Inquiry Based Learning pada Murid Kelas XI F3 SMAN 4 Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Helena</mods:namePart><mods:namePart type="family">Halim</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Berdasarkan observasi di SMAN 4 Padang, diketahui bahwa keterampilan berpikir kreatif murid masih dalam kategori rendah dan karakter entrepreneur murid belum berkembang secara optimal dalam pembelajaran biologi. Salah satu faktor penyebabnya adalah metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher-centered). Sebagai upaya memecahkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan karakter entrepreneur murid melalui penerapan model pembelajaran Inquiry-Based Learning (IBL) pada kelas XI F3 SMAN 4 Padang. Penelitian ini menerapkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung selama dua siklus. Setiap siklus di dalamnya terdiri dari rangkaian tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah murid kelas XI F3 SMAN 4 Padang sebanyak 31 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes keterampilan berpikir kreatif, lembar penilaian diri (self- assessment) karakter entrepreneur, dan observasi aktivitas belajar murid. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji N-Gain dan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk melihat peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan karakter entrepreneur murid. Kriteria keberhasilan tindakan dibatasi pada pencapaian minimal 80% untuk aspek keterampilan berpikir kreatif dan murid mencapai nilai ≥70 (kreatif). Sama halnya dengan karakter entrepreneur murid, tolok ukur keberhasilannya juga ditargetkan minimal mencapai 80% dan murid mencapai skor ≥70 (baik). Temuan penelitian ini membuktikan adanya peningkatan pada keterampilan berpikir kreatif murid dari rata-rata skor 49.58 (tidak kreatif) pada pra-siklus menjadi 61.80 (tidak kreatif) pada siklus I dengan nilai N-Gain I sebesar 0,24 (kriteria rendah) dan meningkat menjadi 81,68 (kreatif) pada siklus II dengan nilai N-Gain 0,52 (kriteria sedang). Karakter entrepreneur juga mengalami peningkatan rata-rata skor dari 57,51 (cukup baik) pada pra-siklus menjadi 73,97 (baik) pada siklus I dengan nilai N-Gain I sebesar 0,39 (kriteria sedang) dan kembali mengalami peningkatan pada siklus II mencapai 82,01 (baik) dengan nilai N-Gain 2 sebesar 0,31 (kriteria sedang). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan karakter entrepreneur murid kelas XI F3 SMAN 4 Padang setelah diterapkannya model pembelajaran Inquiry- Based Learning (IBL). Peningkatan ini dicapai melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus yang meliputi empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">L Education (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QH301 Biology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2026-07</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;Pdd. Biologi FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>