<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Kelayakan Sediaan Kosmetik Pewarna Rambut dari &#13;
Ekstrak Daun Pacar Kuku (Lawsonia Inermis L) Sebagai Sediaan&#13;
Kosmetik Pewarna Rambut Beruban</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Hilmi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Habibah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Rambut adalah salah satu bagian tubuh yang membutuhkan perawatan. Untuk itu perlu alternatife zat warna yang aman, yaitu dengan mengembangkan pewarna rambut alami dari tumbuh-tumbuhan yang ada disekitar. Daun pacar kuku memiliki kandungan warna yang bisa dijadikan untuk pewarna rambut alami, maka dari itu daun pacar kuku akan dijadikan bahan utama dari kosmetik pewarnaan rambut beruban. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pembuatan kosmetik pewarna rambut dari ekstrak daun pacar kuku, berdasarkan uji laboratorium (Lawsone, tannin, pH), Uji organoleptik (tekstur, warna, aroma), uji hedonik (kesukaan panelis). Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data melalui 7 panelis yang terdiri dari 2 dosen Tata rias dan kecantikan, 2 apoteker dan 3 mahasiswa tata rias. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode dokumentasi dan metode kuisioner/lembar observasi. Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan uji laboratorium menunjukan hasil kandungan lawsone dan tanin yang positif pada F1, F2 dan F3, uji pH yang sesuai dengan standar pH pewarna rambut adalah F1, F2 dan F3 bernilai 5. Uji organoleptik pada sediaan kosmetik pewarna rambut didapatkan hasil bahwa (F2) adalah formulasi terbaik, karena 86% panelis menyatakan teksturnya kental, 57% panelis menyatakan warnanya kuning pekat, dan 72% panelis menyatakan aromanya khas ekstrak daun pacar kuku. Uji hedonik didapatkan hasil (F1) cukup disukai panelis dengan hasil 86% dan tiga (F3)  disukai paneis dengan hasil 86%. Berdasarkan penelitian ini dapat di simpulkan kosmetik pewarna rambut dari ekstrak daun pacar kuku layak untuk dijadikan sediaan kosmetik pewarna rambut dilihat dari hasil uji laboratorium (uji lowsone, uji tannin, dan uji pH), uji organoleptik (tekstur, warna dan aroma), dan uji hedonik (kesukaan panelis).</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">H Social Sciences (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-09-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Tata Rias dan Kecantikan FPP UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>