%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Handayani, Hanifah Tri %A Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, %B MATEMATIKA FMIPA UNP %D 2025 %F repounp:47436 %I Universitas Negeri padang %K JUMLAH PRODUKSI, METODE SARIMA, PERAMALAN %T Peramalan Jumlah Produksi Karet Kering di Indonesia Menggunakan Metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47436/ %X Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan pengekspor karet terbesar di dunia, dengan karet kering sebagai salah satu bentuk produk olahan utama. Meskipun memiliki potensi besar, produksi karet kering di Indonesia dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren penurunan dan fluktuasi yang signifikan, terutama akibat pengaruh pola musiman seperti perbedaan antara musim hujan dan musim kemarau. Fluktuasi ini menimbulkan dinamika dalam perencanaan produksi dan distribusi, baik bagi pelaku industry maupun pembuat kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana metode SARIMA meramalkan jumlah produksi karet kering di Indonesia serta hasil prediksi jumlah produksi untuk 12 periode mendatang. Penelitian ini menerapkan metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) untuk meramalkan jumlah produksi karet kering di Indonesia. Data yang digunakan bersifat sekunder dan berupa data bulanan jumlah produksi karet kering dari Januari 2020 hingga Desember 2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Tahapan analisis dimulai dengan identifikasi model, estimasi serta pengujian parameter, pemeriksaan diagnostik dan proses peramalan. Setelah analisis data melalui 4 tahapan diperoleh sebuah model ARIMA(0,1,1)(0,1,1)12 untukkmeramalkan jumlahpproduksi karetokering di Indonesia dengan bentuk peramalan �� = ��−1 + ��−12 − ��−13 − 0,0018 − 0,762��−12 − 0,743��−1 + 0,566166��−13. Hasil peramalan berdasarkan model yang telah dibangun untuk bulan Januari hingga Desember 2025 secara berturut-turut adalah 14,8092; 13,1633; 13,3794; 11,8373; 12,3951; 14,7961; 14,1735; 12,8153; 13,8344; 13,6862; 13,3860; 14,7089 ribu ton.