<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Optimalisasi Pencampuran Batubara untuk Memenuhi Kriteria Permintaan Konsumen dengan Menggunakan Metode Simpleks di PT&#13;
Allied Indo Coal Jaya Sawahlunto</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Dwi Fakhri Naufal</mods:namePart><mods:namePart type="family">Syukra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pencampuran (blending) batubara merupakan salah satu metode yang dilakukan untuk menyesuaikan kualitas batubara agar sesuai dengan spesifikasi yang diminta konsumen. PT Allied Indo Coal Jaya Sawahlunto menghadapi permasalahan dalam proses blending karena belum optimalnya pengadukan batubara sehingga hasil produk tidak selalu memenuhi standar yang diminta oleh PLTU Ombilin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase pencampuran batubara yang optimal agar kualitas produk sesuai dengan spesifikasi permintaan konsumen menggunakan metode Simpleks. Penelitian dilakukan pada batubara dari seam A (kualitas rendah dengan nilai kalor 2.228 kkal/kg) dan seam B1 (kualitas tinggi dengan nilai kalor 6.260 kkal/kg). Parameter yang dianalisis meliputi total moisture, ash content, total sulfur, dan calorific value. Perhitungan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Pom QM for Windows dan dibandingkan dengan hasil metode Simpleks serta rumus blending konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal untuk menghasilkan kualitas batubara sesuai spesifikasi konsumen (total moisture ≤ 10%, ash content ≤ 13%, total sulfur ≤ 0,8%, dan calorific value ≥ 6.000 kkal/kg) adalah 93,55% batubara seam B1 dan 6,45% batubara seam A dengan total tonase 15.000 ton. Nilai parameter hasil pencampuran yaitu total moisture 4,44%, ash content 12,87%, total sulfur 0,79%, dan calorific value 6.000 kkal/kg. Berdasarkan hasil tersebut, metode Simpleks terbukti efektif dalam mengoptimalkan pencampuran batubara untuk memenuhi spesifikasi kualitas yang diinginkan konsumen serta dapat dijadikan acuan oleh perusahaan dalam pengambilan keputusan proses blending.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">TN Mining engineering. Metallurgy</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-10</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Pertambangan FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>