%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Andini, Pitri %A Universitas Negeri Padang, %B Administrasi Negara FIS UNP %D 2025 %F repounp:47402 %I Universitas Negeri Padang %T Implementasi Peran Pemangku Kepentingan dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Usaha Bersama untuk Keberlanjutan Produksi Pupuk Organik di Nagari Koto Tinggi %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/47402/ %X Penelitian ini mendeskripsikan implementasi peran pemangku kepentingan dalam pemberdayaan Kelompok Tani Usaha Bersama (KTUB) untuk mendukung keberlanjutan produksi pupuk organik di Nagari Koto Tinggi. Fokus penelitian diarahkan pada keterlibatan pemerintah nagari, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Koto Besar, Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, serta pihak swasta dalam mendukung penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas teknis, dan pengembangan pemasaran pupuk organik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keberlanjutan produksi pupuk organik sebagai strategi mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik. Meskipun program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) telah memberikan dasar dukungan, kelompok tani masih menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi anggota, keterbatasan pelatihan teknis, dan lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap para pemangku kepentingan dan anggota kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemangku kepentingan lebih banyak terfokus pada penyaluran bantuan awal, sementara pendampingan teknis dan penguatan kelembagaan masih terbatas. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana produksi, kemitraan pemasaran, dan dukungan program pemerintah. Adapun faktor penghambat mencakup lemahnya koordinasi lintas sektor, keterbatasan sumber daya penyuluh, dan belum adanya kebijakan lanjutan di tingkat nagari. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan yang terstruktur untuk memperkuat kapasitas kelompok dan mendorong keberlanjutan produksi pupuk organik.