%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Putri, Risva Anugrah %A Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, %B Kesejahteraan Keluarga FPP UNP %D 2025 %F repounp:46987 %I Universitas Negeri Padang %T Penggunaan Tepung Terigu dengan Kadar Protein yang Berbeda terhadap Kualitas Nastar %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/46987/ %X Nastar adalah kue dari adonan dasar pie dengan bahan dasar tepung terigu yang dicampurkan dengan lemak butter dan gula halus lalu ditambahkan telur sebagai pengembang alami sekaligus memberikan rasa gurih. Adonan diproses dengan cara diuleni dengan menggunakan tangan langsung yang biasa dikenal dengan metode rub in, atau dengan mengocok gula dan lemak sehingga membentuk adonan, kemudian disusul dengan memasukan tepung atau disebut dengan metode creaming, menghasilkan adonan yang kalis dengan wangi khas butter lalu diberi isian dari selai buah nanas. Rasa dan tekstur nastar sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan yang digunakan, terutama tepung terigu yang menjadi bahan utama dalam adonannya. Tepung terigu sendiri memiliki kandungan protein yang berbeda-beda, yaitu rendah (sekitar 8–9%), sedang (10–12%), dan tinggi (13–14%). Penelitian ini bertujuan untuk memganalisis penggunaan tepung terigu dengan kadar protein yang berbeda terhadap kualitas nastar ditinjau dari segi warna,aroma, tekstur, rasa, dan bentuk. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2025 di workshop Tata Boga, Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang. Jenis Penelitian ini menggunakan metode eksperimen murni (true eksperimen) dengan menggunakan independent sampel t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari dua jenis tepung terigu yaitu protein rendah dan protein sedang, pada kualitas tekstur (lembut, rapuh, dan crumbly). Namun, tidak ditemukan pengaruh yang signifikan terhadap aroma (harum khas nastar), warna (kuning keemasan), rasa (manis gurih dan sedikit asam dari selai nanas) dan bentuk (bulat dengan diameter 1,5 cm). Hasil terbaik berdasarkan uji organoleptic adalah terdapat pada X2 (protein rendah) karena t hitung > t tabel (1.25, 2.52, 4.85, 4.66, 5.02 > 1,67). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung terigu dengan kadar protein berbeda memberikan pengaruh yang bervariasi terhadap kualitas organoleptik nastar. Tepung terigu protein rendah secara signifikan menghasilkan warna nastar yang lebih kuning keemasan dan tekstur yang lebih lembut serta rapuh dibandingkan dengan tepung terigu protein sedang. Namun, pada aspek aroma, rasa, dan bentuk, perbedaan yang dihasilkan tidak signifikan, di mana kedua jenis tepung menghasilkan aroma harum khas nastar, rasa manis gurih dengan sedikit asam dari selai nanas, serta bentuk bulat seragam dengan diameter sekitar 1,5 cm.