%L repounp46939 %I Universitas Negeri Padang %D 2025 %T Aplikasi Penggunaan Resin Silika Gel GPTMS (Glycidoxypropyltrimethoxysilane) Dimodifikasi Sulfonat sebagai Fasa Diam untuk Menganalisis Ion Logam Ca2+ pada Kromatografi Ion %A Nuzulia Rahma Yona %X Silika gel GPTMS sulfonat yang digunakan sebagai absorben dalam menganalisis ion logam memiliki kapasistas adsorpsi dan desorpsi yang tinggi dibandingkan dengan silika gel yang tidak dimodifikasi. Silika gel GPTMS sulfonat yang memiliki kapasitas adsorpsi dan desorpsi yang tinggi digunakan sebagai resin dalam kromatografi ion. Penelitian ini, bertujuan untuk menentukan apakah silika gel GPTMS sulfonat mampu digunakan sebagai resin dalam menganalisis ion logam Ca2+ dan menentukan fasa gerak yan optimum dalam menganalisis ion logam Ca2+. Pada penelitian ini fasa gerak yang digunakan yaitu asam tartarat dan asam metana sulfonat dengan variasi konsentrasi 0,01 M; 0,05; 0,07; dan 0,09 M. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa asam tartarat dengan konsentrasi 0,05 M; 0,07 M dan 0,09 M yang digunakan sebagai fasa gerak tidak menghasilkan kromatogram ion logam Ca2+. Hal ini dikarenakan tidak dapatnya dibedakan antara kromatogram dengan noise serta tidak memenuhi syarat LOQ (S/N : 10/1). Pada fasa gerak asam metana sulfonat 0,01 M yang digunakan sebagai fasa gerak didapatkan kromatogram ion logam Ca2+ yang khas. Hal ini ditandai dengan munculnya kromatogram pada waktu retenti 9,1 menit dan 9,7 menit yang menukik tajam. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa fasa gerak yang dapat digunakan dalam analisis ion logam Ca2+ menggunakan resin siika gel GPTMS yaitu asam metana sulfonat 0,01 M. Hal ini dikarenakan asam metana sulfonat yang bersifat asam kuat sehingga dapat mengelusi ion logam Ca2+ yang berinteraksi kuat dengan resin %K GLYCIDOXYPROPYLTRIMETHOXYSILANE