TY - THES A1 - Alifia, Arma ID - repounp46501 M1 - Skripsi N2 - Bustier merupakan pakaian atasan wanita yang dirancang dengan potongan ketat guna menyesuaikan kontur tubuh, khususnya pada wilayah dada, pinggang, dan pinggul. Secara historis, bustier awalnya difungsikan sebagai pakaian dalam; namun, seiring evolusi tren mode, desainnya telah dimodifikasi sehingga dapat digunakan sebagai busana luar yang berperan dalam membentuk siluet tubuh agar tampak lebih proporsional. Akurasi pola, teknik penjahitan, serta pemilihan bahan material merupakan elemen krusial yang memengaruhi kualitas produk akhir bustier. Di antara karakteristik bahan yang secara signifikan mempengaruhi konstruksi pakaian, ketebalan kain menjadi faktor utama. Penelitian tersebut bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil pembuatan bustier menggunakan kain satin dengan tingkat ketebalan yang bervariasi, yaitu satin emerald (tipis), satin Roberto (sedang), dan satin bridal (tebal), dengan menerapkan pola desain Helen Joseph Armstrong pada mannequin berukuran M. Pendekatan metodologis yang diadopsi adalah eksperimental, dengan variabel independen berupa ketebalan kain satin dan variabel dependen berupa kualitas hasil bustier. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen lembar observasi yang dievaluasi oleh tiga desainer ahli serta tujuh belas panelis terlatih. Teknik analisis data yang diterapkan mencakup analisis hipotesis dengan uji K-Related. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketebalan kain satin secara nyata memengaruhi kualitas bustier. Bustier yang dibuat dari bahan satin bridal memperoleh skor rata-rata tertinggi, yakni 84,45% (kategori sangat baik). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tebal struktur kain satin, semakin optimal kualitas hasil akhir bustier. PB - Universitas Negeri Padang AV - public TI - Studi Komparatif Ketebalan Kain Satin terhadap Hasil Bustier Menggunakan Pola Helen Joseph Armstrong pada Dummy Ukuran M. Y1 - 2025/11/28/ UR - https://repository.unp.ac.id/id/eprint/46501/ ER -