%L repounp46478 %I Universitas Negeri Padang %D 2025 %T Pengembangan Bahan Ajar Interaktif dengan Model Problem Based Learning (PBL) pada Pendidikan Pancasila Materi Menghargai Keberagaman di Kelas IV Sekolah Dasar Gugus Jambi Timu %A Atthahirah Azzahra %X Pembelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah dasar umumnya masih disampaikan secara konvensional dan cenderung belum mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Di tengah kemajuan teknologi saat ini, pendekatan pembelajaran yang dianggap monoton, seperti Pendidikan Pancasila, seharusnya mulai diintegrasikan dengan bahan ajar berbasis teknologi yang relevan untuk meningkatkan daya tariknya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Bahan Ajar Interaktif dengan Model Problem Based Learning (PBL) pada Pendidikan Pancasila Materi Menghargai Keberagaman di Kelas IV Sekolah Dasar Gugus Jambi Timur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (research and development) yang menggunakan model ADDIE sebagai kerangka kerja. Model ADDIE terdiri atas lima tahapan, yaitu: Analysis (analisis), Design (perancangan), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), dan Evaluation (evaluasi). Pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi yang melibatkan tiga ahli, yaitu ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, serta angket praktikalitas dari guru dan peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan di tiga sekolah dasar yaitu SDN 119/IV Kota Jambi, SDN 049/IV Kota Jambi, dan SDN 001/IV Kota Jambi, dengan peserta didik kelas IV sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif yang dikembangkan layak digunakan berdasarkan tiga aspek utama. Pada aspek validitas, bahan ajar memperoleh penilaian sebesar 86% dari ahli materi, 86,7% dari ahli media, dan 92% dari ahli bahasa, yang seluruhnya tergolong sangat valid. Pada aspek praktikalitas, hasil angket menunjukkan bahwa guru dan peserta didik dari tiga sekolah dasar memberikan penilaian sangat praktis, dengan persentase antara 80,38% hingga 100%. Di SDN 119/IV, guru menilai 100% dan siswa 86%; di SDN 049/IV, guru 90% dan siswa 86%; dan di SDN 001/IV, guru 96% dan siswa 80,38%. Sementara itu, aspek efektivitas menunjukkan peningkatan rata-rata hasil belajar peserta didik setelah menggunakan bahan ajar: di SDN 119/IV dari 72,08 menjadi 72,71; SDN 049/IV dari 54,55 menjadi 62,41; dan SDN 001/IV dari 77,96 menjadi 81,07. Temuan ini membuktikan bahwa bahan ajar interaktif berbasis Problem Based Learning dinyatakan sangat valid, praktis, dan efektif untuk pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV sekolah dasa %K Bahan Ajar Interaktif, Problem Based Learning (PBL), Pendidikan Pancasila