@phdthesis{repounp46327, year = {2025}, month = {November}, title = {Optimalisasi Kesesuaian Alat Gali-Muat Excavator Komatsu PC 2000 dengan Alat Angkut HD 785 untuk Menurunkan Fuel Ratio pada Kegiatan Pengupasan Overburden Bulan Maret 2025 di Fleet 2015, Pit Timur Tambang Batubara PT. Antareja Mahada Makmur Site Mifa Bersaudara, Desa Peunaga Cot Ujong, Kec. Meureubo, Kab. Aceh Barat, Prov. Aceh}, school = {Universitas Negeri Padang}, author = {Lubis, Nurul Afidah}, keywords = {OVERBURDEN, MATCH FACTOR, PRODUKTIVITAS, FUEL RATIO, OPTIMASI ARMADA}, abstract = {Industri pertambangan batubara menghadapi tantangan efisiensi operasional, di mana aktivitas pengupasan overburden menyumbang porsi biaya terbesar dengan permasalahan utama tingginya fuel ratio. Di PT Antareja Mahada Makmur, kombinasi PC 2000 dan HD 785 menunjukkan fuel ratio 1,22 L/BCM yang melebihi target 1,00 L/BCM akibat ketidaksesuaian armada, idle time tinggi, serta kondisi jalan dan material yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis penyebab rendahnya efisiensi kerja alat gali-muat dan alat angkut, (2) mengevaluasi tingkat match factor aktual beserta kontribusinya terhadap penurunan produktivitas dan peningkatan idle time, serta (3) merumuskan skenario optimasi yang paling efektif untuk meningkatkan match factor, menekan fuel ratio, dan memulihkan produktivitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer (siklus kerja, idle time, aktivitas harian alat) dan sekunder (konsumsi BBM, spesifikasi alat, parameter jalan) yang diperoleh melalui observasi lapangan dan studi literatur di Fleet 2015 Pit Timur, Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai match factor aktual sebesar 0,69 menyebabkan idle time excavator mencapai 120 menit/hari, penurunan produktivitas, serta fuel ratio 1,13 L/BCM yang melebihi target 13\%. Skenario optimasi berupa penambahan 2 unit HD 785 terbukti paling efektif, menghasilkan match factor 1,03, produktivitas 701 BCM/jam, serta penurunan fuel ratio menjadi 0,59 L/BCM. Dengan demikian, strategi optimasi jumlah armada dinilai realistis diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya bahan bakar, dan mendukung keberlanjutan operasi tambang.}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/46327/} }