%0 Thesis %9 Bachelor/Tugas Akhir %A Ilham, Muhammad %A FT UNP, %B Teknik Mesin S1 FT UNP %D 2025 %F repounp:46292 %I Universitas Negeri Padang %K BIODIESEL, MINYAK JELANTAH, ESTERIFIKASI, TRANSESTERIFIKASI, KATALIS H2S04 %T Analisis Penggunaan Asam Sulfat dalam Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel. %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/46292/ %X Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan meningkatnya limbah minyak jelantah menimbulkan permasalahan lingkungan yang signifikan. Minyak jelantah memiliki kandungan asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) yang tinggi, sehingga tidak dapat langsung digunakan dalam proses pembuatan biodiesel karena dapat menyebabkan reaksi penyabunan dan menurunkan rendemen. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan proses esterifikasi awal menggunakan katalis asam sebelum tahap transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu dan waktu reaksi terhadap kualitas biodiesel dari minyak jelantah menggunakan katalis asam sulfat (H₂SO₄). Proses esterifikasi dilakukan pada suhu 50C, 60C, dan 70C serta waktu reaksi 60, 80, dan 100 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses transesterifikasi menggunakan katalis kalium hidroksida (KOH) sebanyak 1% dari berat minyak pada suhu 60C selama 60 menit. Parameter yang diuji meliputi bilangan asam, densitas, viskositas, rendemen, dan nilai kalor biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses esterifikasi mampu menurunkan kadar FFA dari 14,24% menjadi 0,423–0,846%, dan setelah transesterifikasi menurun hingga 0,282– 0,564%. Kondisi optimum diperoleh pada suhu 60C dan waktu 60 menit, menghasilkan densitas 882,73 kg/m³, viskositas 3,007 cSt, rendemen 90%, serta nilai kalor 9.524 kcal/kg (39,86 MJ/kg). Berdasarkan hasil tersebut, minyak jelantah terbukti dapat diolah menjadi biodiesel berkualitas sesuai SNI 7182:2015, sehingga berpotensi sebagai bahan bakar alternatif yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.