<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Cacat Pengelasan SMAW pada Baja AISI 1040.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ibnu Hafiz</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wardhana</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) merupakan salah satu proses penyambungan logam yang paling luas digunakan dalam industri manufaktur dan konstruksi karena kemudahan aplikasi serta kemampuannya menghasilkan sambungan. Cacat porositas, undercut, incomplete fusion, dan slag inclusion sering muncul akibat kurangnya konsistensi teknis dari operator  dalam penyambungan sehingga dapat menurunkan kekuatan sambungan. Penelitian ini menganalisis cacat pengelasan pada baja karbon sedang AISI 1040 menggunakan metode SMAW dengan posisi pengelasan 3G dan jenis sambungan butt joint kampuh V. Evaluasi dilakukan dengan kombinasi metode Non-Destructive Test (NDT) berupa liquid penetrant test dan magnetic particle test, serta Destructive Test (DT) berupa bending test dan tensile test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa cacat dominan yang ditemukan adalah porositas dan slag inclusion pada area face weld dan root weld. Pada uji tekuk, empat dari tujuh spesimen dinyatakan lulus sesuai kriteria penerimaan AWS D1.1 karena tidak ditemukan retak pada permukaan tekukan, satu dinyatakan lulus dengan cacat didalam batas toleransi, dan dua spesimen dinyatakan gagal karena melewati batas toleransi. Nilai kekuatan tarik maksimum rata-rata mencapai 416 MPa, mengindikasikan penurunan kekuatan sebesar  32,9% dibandingkan logam dasar kekuatan tarik material induk AISI 1040 tercatat sebesar 620 MPa. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengelasan SMAW pada baja AISI 1040 menghasilkan sambungan dengan cacat yang masih dapat diterima oleh standar AWS D1.1 dan ASME BPVC Section IX, dan kualitas sambungan dapat ditingkatkan melalui teknis pengelasan serta keterampilan operator.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">L Education (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-10-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Mesin S1 FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>