<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Google Translate dalam Menerjemahkan Al-Qur’an ke Bahasa Indonesia melalui Evaluasi Sentimen dan Semantik</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ahmad Reginald</mods:namePart><mods:namePart type="family">Syahiran</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Google Translate dalam menerjemahkan Al-Qur’an ke Bahasa Indonesia melalui pendekatan evaluasi sentimen dan analisis semantik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan layanan penerjemah otomatis untuk memahami teks keagamaan, sementara akurasinya terhadap makna yang bersifat metaforis, filosofis, dan bernuansa religius masih dipertanyakan. Data pada penelitian ini diperoleh melalui proses scraping teks Al- Qur’an dari quran.com, kemudian diterjemahkan menggunakan Google Translate API dan dibandingkan dengan terjemahan resmi Kementerian Agama. Setelah melalui tahapan pra-pemrosesan seperti normalisasi, tokenisasi, penyelarasan ayat, dan pembersihan karakter khusus, kedua versi terjemahan dianalisis menggunakan dua jalur utama: analisis sentimen dan analisis kesamaan semantik. Analisis sentimen dilakukan untuk mengidentifikasi konsistensi polaritas emosional antara terjemahan Google Translate dan terjemahan referensi, sedangkan analisis semantik digunakan untuk mengukur kedekatan makna antarpasangan ayat menggunakan metrik kesamaan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Google Translate mampu menghasilkan terjemahan yang secara struktur cukup seragam dengan teks rujukan, terdapat perbedaan pada sejumlah ayat yang terkait dengan istilah teologis, konteks metaforis, serta diksi bernuansa emosional. Sebagian ayat menunjukkan deviasi makna yang berdampak pada perubahan sentimen serta menurunkan skor kesamaan semantik apabila dibandingkan dengan terjemahan referensi. Temuan ini mengindikasikan bahwa Google Translate masih memiliki keterbatasan dalam menangkap kedalaman makna ayat-ayat Al-Qur’an, terutama yang mengandung makna implisit atau kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai reliabilitas penggunaan penerjemah otomatis untuk teks keagamaan serta menjadi dasar bagi pengembangan model penerjemahan yang lebih sensitif terhadap konteks semantik dan nuansa religius.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">L Education (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">0019-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Teknik Elektronika S1 FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>