%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Fernanda, Irma Ria %A FMIPA UNP, %B Biologi FMIPA UNP %D 2025 %F repounp:46231 %I Universitas Negeri Padang %K KARAKTERISTIK ANATOMI %T Karakteristik Anatomi dan Uji Kandungan Fitokimia Aksesi Tanaman Sanrego (Lunasia amara Blanco) Koleksi Kebun Raya Bogor %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/46231/ %X Sanrego merupakan tumbuhan obat potensial dari famili Rutaceae yang berasal dari Kawasan Timur Indonesia, yang tergolong langka. Sanrego merupakan tumbuhan asli Sulawesi Selatan yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat kuat (afrodisiak) dan antidiabetes. Sanrego juga mengandung senyawa antikanker, antiinflamasi, dan antibakteri. Khasiat obat pada sanrego berasal dari produk metabolit sekunder. Tumbuhan ini memiliki senyawa metabolit sekunder berupa molekul-molekul kecil dengan struktur bervariasi serta fungsi dan peran yang berbeda untuk setiap jenisnya. Metabolit sekunder berperan sebagai senyawa penuntun dalam penemuan dan pengembangan obat baru, serta melindungi tumbuhan itu sendiri dari ancaman lingkungan. Kandungan produk metabolit pada tanaman dapat dianalisis melalui uji fitokimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik anatomi dan kandungan metabolit sekunder tiap aksesi sanrego yang koleksi Kebun Raya Bogor. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2023-Januari 2024 di Kebun Raya Bogor (Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pengamatan anatomi daun sanrego dilakukan di Laboratorium lantai 1 CWS Gedung Utara, Kebun Raya Bogor. Penelitian uji fitokimia dilakukan di laboratorium BRIN Kawasan Riset dan Teknologi (KST) BJ Habibie. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif pada karakter anatomi dan dan kandungan metabolit sekunder. Hasil penelitian menunjukkan anatomi daun sanrego meliputi Bentuk dinding antiklinal epidermis berbentuk lurus dan bergelombang dengan lengkungan U yang dangkal serta memiliki epidermis dengan bentuk sel poligonal (segi empat) dan tidak beraturan, tipe trikoma bentuk bintang (stellata) dan sisik (squamiform), tipe stomata parasitik dan kerapatan stomata, panjang serta lebar sel penjaga menunjukkan perbedaan antar aksesi sanrego. Pada senyawa metabolit sekunder, ditemukan senyawa berupa shikimat dan fenilpropanoid, terpenoid, fatty acid dan alkaloid.