%L repounp46183 %I Universitas Negeri Padang %D 2025 %T Evaluasi Program Teaching Factory Menggunakan Model Evaluasi CIPP di Jurusan Teknik Ketenagalistrikan SMKN 5 Batam. %A Chindy Febyola %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian dari pelaksanaan program pembelajaran Teaching Factory dilihat dari data penelusuran alumni tahun ajaran 2022-2023 melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 5 BATAM menunjukan bahwa jumlah siswa jurusan Teknik Ketenagalistrikan yang bekerja tidak sesuai dengan bidang keahlian mencapai 57%, bekerja sesuai bidang keahlian 14%, kuliah 6%, wirausaha 2% dan Pencari kerja 21%. Rendahnya capaian siswa yang bekerja sesuai bidang keahlian tersebut mengindikasi adanya permasalahan pada pelaksanaan program Teaching Factory yang mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, lemahnya kompetensi guru dan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program Teaching Factory pada jurusan Teknik Ketenagalistrikan di SMKN 5 Batam menggunakan model evaluasi CIPP. Penelitian ini dikategorikan dalam penelitian kuantitatif. Sebanyak 31 responden berpartisipasi dalam penelitian ini diantaranya karyawan perusahaan, staff manajemen sekolah, guru produktif dan siswa. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas kemudian dianalisis dan ditarik kesimpulan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan skala kesesuaian standar dengan realita di lapangan dengan tingkat kesesuaian 0%-100% dengan nilai 0,2-1. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa tantangan dalam penerapan program Teaching Factory meliputi dari aspek context yakni terkait relevansi pembelajaran dengan kebutuhan industri dengan rerata persentase kesesuaian 60% dan perlu adanya peningkatan teknologi terkini sebagai penunjang pelaksanaan program, aspek input yakni keterbatasan sarana dan prasarana dengan rerata persentase tingkat kesesuaian 81% dan aspek process yakni pembelajaran berbasis training yang belum sesuai dengan kebutuhan industri dan bidang keahlian peserta didik dengan rerata persentase kesesuaian 81%. Implikasi dari penelitian berupa rekomendasi bahwa program Teaching Factory di SMKN 5 Batam masih perlu dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan. Dari aspek konteks, diperlukan penyesuaian agar pembelajaran lebih relevan dengan kebutuhan industri serta pemanfaatan teknologi terkini sebagai penunjang program. Upaya yang dapat dilakukan antara lain melalui kunjungan industri sebagai sarana pertukaran informasi mengenai kebutuhan dan praktik industri. Dari aspek input dan proses, perbaikan difokuskan pada pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran, termasuk pengajuan anggaran untuk bahan praktik dan fasilitas pendukung agar pelaksanaan Teaching Factory dapat berjalan optimal %K EVALUASI, TEACHING FACTORY, CIPP