%L repounp46160 %I Universitas Negeri Padang %D 2025 %T Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah di Kota Pariaman dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis. %A Puja Rizki Bahari %X Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem pengelolaan sampah di Kota Pariaman yang mana tujuan penelitian ini terdiri dari 1) mengidentifikasi sistem pengelolaan sampah dalam mengangkut dan menampung sampah, 2) mengidentifikasi partisipasi masyarakat dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Pariaman, 3) merencanakan sistem pengelolaan sampah di Kota Pariaman dengan Pemanfaatan Sistem informasi Geografis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat dan sistem pengelolaan sampah di Kota Pariaman. Teknik sampel yang digunakan yaitu snowball sampling ditujukan untuk masyarakat dalam mengidentifikasi partisipasi dan total sampling ditujukan pada sistem pengelolaan sampah. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu 1) kapasitas truk dan kapasitas TPS, 2) Teknik Milles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi data 3) Untuk perencanaan sistem didahului dengan analisis keputusan dengan Interpretative Structural Modelling dan dilanjutkan dengan analisis spasial yaitu eliminasi bufer pada Arc-GIS. Hasil pada penelitian ini meliputi 1) Jumlah penduduk yang dapat terlayani oleh TPS Kota Pariaman sebanyak 26.140 jiwa dari 79.206 jiwa atau 27%. Jumlah estimasi sampah Kota Pariaman yang dapat terlayani TPS sebesar 65m3 dari 3 TPS. Jumlah penduduk yang terlayani dump truck sebesar 8.996 jiwa, terdapat sampah yang terlayani sebesar 22,6m3. Dengan jumlah kapasitas alat pengangkut sebesar 30m3 yang berarti jangkauan pelayanan angkutan sampah belum maksimal dalam menjangkau penduduk Kota Pariaman. 2) Partisipasi masyarakat dengan tingkatan partisipasi kemitraan yang berarti masyarakat ikut terlibat secara penuh dalam sistem pengelolaan sampah. Masyarakat sering melakukan secara gotong royong. Masyarakat dengan memberikan wadah penampungan sampah. Masyarakat tidak keberatan dengan adanya retribusi sebagai bentuk partisipasi dari masyarakat. 3) Terdapat 9 usulan lokasi TPS dan rute angkutan sampah yang memberikan peningkatan pelayanan. Jangkauan pelayanan sistem pengelolaan sampah yang awalnya sebesar 29% meningkat sebesar 52% dari 97.206 jiwa penduduk %K PERENCANAAN, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS, SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS