%0 Thesis %9 Diploma/Proyek Akhir %A Saputra, Yusuf Damai %A FT UNP, %B Teknik Sipil Bangunan Gedung DIII FT UNP %D 2025 %F repounp:46148 %I Universitas Negeri Padang %K JALUR EVAKUASI, SARANA PENYELAMAT JIWA, KESELAMATAN BANGUNAN, GEDUNG LABORATORIUM TERPADU, UNIVERSITAS NEGERI PADANG %T Analisis Kesesuaian Sarana Penyelamat Jiwa Jalur Evakuasi Gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang dalam Menunjang Keselamatan Penghuni %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/46148/ %X Bencana seperti kebakaran dapat mengancam keselamatan penghuni gedung, sehingga sarana penyelamat jiwa jalur evakuasi menjadi krusial. Gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, sebagai bangunan publik dengan kapasitas tinggi, perlu dievaluasi kesesuaian jalur evakuasinya untuk meminimalkan risiko korban jiwa. Proyek akhir ini bertujuan untuk menilai kesesuaian sarana penyelamat jiwa jalur evakuasi, mengidentifikasi hambatan, dan memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan seperti PERMEN PUPR No. 26/PRT/M/2008, SNI 03-1746-2000, dan SNI 03-6574-2001. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan, form checklist, dan dokumentasi. Data dikumpulkan di Gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, kemudian dianalisis untuk menghitung persentase kesesuaian komponen evakuasi. Kesesuaian total jalur evakuasi mencapai 68,18%, dikategorikan cukup baik. Komponen dengan kesesuaian tinggi meliputi assembly point (80%), tangga darurat (77,78%), dan sarana jalur evakuasi (75%), sedangkan komponen dengan kesesuaian rendah mencakup pintu darurat (61,54%), tanda penunjuk arah (62,5%), dan lampu darurat (60%). Temuan utama menunjukkan pintu darurat belum memenuhi standar teknis, adanya hambatan fisik seperti barang di koridor dan tangga, serta kurangnya penanda arah di beberapa titik keluar. Jalur evakuasi di Gedung Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang cukup baik dalam menunjang keselamatan penghuni, namun perlu perbaikan seperti pengadaan pintu darurat yang sesuai standar, pemindahan hambatan, dan pelengkapan tanda penunjuk arah untuk meningkatkan efektivitas evakuasi dalam situasi darurat.