%L repounp46133 %X Penertiban terminal bayangan di depan Universitas Negeri Padang merupakan upaya strategis dalam menciptakan ketertiban dan keamanan transportasi di Kota Padang. Keberadaan terminal bayangan memang mempermudah akses penumpang dan sopir bus, namun juga menimbulkan kemacetan serta menurunkan kepatuhan terhadap regulasi transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholders, faktor penghambat dan pendukung, serta efektivitas kolaborasi dalam penertiban terminal bayangan di kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan Dinas Perhubungan Kota Padang, Satpol PP, Polsek Padang Utara, pengelola PO Bus, dan pengguna jasa bus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima peran utama stakeholders policy creator, koordinator, fasilitator, implementator, dan akselerator telah dijalankan dengan tingkat efektivitas yang berbeda. Peran implementator dan koordinator yang dijalankan oleh Satpol PP dan Polsek Padang Utara paling dominan dalam pelaksanaan penegakan aturan di lapangan, sementara peran fasilitator dan akselerator masih perlu diperkuat. Hambatan utama meliputi rendahnya kepatuhan sopir dan keterbatasan infrastruktur menuju terminal resmi, sedangkan faktor pendukung berasal dari sinergi antar-stakeholders dan koordinasi lintas lembaga. Kesimpulannya, keberhasilan penertiban terminal bayangan sangat bergantung pada koordinasi, komunikasi, dan komitmen bersama antar-stakeholders untuk mewujudkan sistem transportasi yang tertib, aman, dan berkelanjutan. %A Zahara Ramadani %I Universitas Negeri Padang %D 2025 %T Analisis Peran Stakeholders dalam Penertiban Terminal Bayangan di Kota Padang Studi Kasus: Terminal Bayangan di Depan UNP