<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Salsabila Nabila</mods:namePart><mods:namePart type="family">Amanda</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Proyek Akhir ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pembangunan Gedung Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, serta untuk menilai kesesuaian penerapannya dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 Tahun 2021. Penerapan K3 yang baik sangat penting untuk mengurangi potensi kecelakaan kerja yang sering terjadi pada sektor konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif langsung di lapangan, wawancara dengan pihak pelaksana proyek, serta penyebaran kuesioner kepada 15 responden yang terdiri atas pekerja, mandor, dan petugas QHSE. Data dianalisis menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) untuk menentukan tingkat risiko berdasarkan nilai kekerapan dan keparahan bahaya yang muncul selama proses pekerjaan pondasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan K3 di proyek ini belum terlaksana secara optimal. Berdasarkan hasil observasi, sebagian pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, seperti helm, sepatu keselamatan, dan rompi reflektif. Hal ini menunjukkan bahwa disiplin dan pengawasan terhadap pelaksanaan K3 masih perlu ditingkatkan. Penilaian risiko menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas pekerjaan berada pada kategori risiko sedang, sedangkan beberapa kegiatan dengan potensi bahaya tinggi, seperti pekerjaan penggalian dan pembesian, memiliki tingkat risiko besar apabila tidak diawasi dengan baik.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">L Education (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-11-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Teknik Sipil Bangunan Gedung DIII FT UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>