<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Efektivitas Pendistribusian Gas LPG 3 Kg Bersubsidi di Kelurahan Gates Nan XX Kota Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Silvina Maharani</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas pendistribusian gas LPG 3 kg bersubsidi di Kelurahan Gates Nan XX Kota Padang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan ketidakefektifan distribusi di wilayah tersebut. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya permasalahan dalam pendistribusian LPG 3 kg, seperti keterbatasan kuota, ketidaksesuaian data penerima manfaat, lemahnya pengawasan harga, ketidakteraturan suplai, serta adanya praktik pembelian oleh masyarakat mampu dan pihak dari luar wilayah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tujuan utama subsidi untuk membantu rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro belum sepenuhnya tercapai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap aparat kelurahan, pengurus RT/RW, pemilik pangkalan LPG, serta masyarakat penerima subsidi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber dan metode untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pendistribusian LPG 3 kg bersubsidi di Kelurahan Gates Nan XX masih belum optimal. Meskipun pendistribusian telah mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan kebijakan pembatasan pembelian di pangkalan, namun praktik di lapangan memperlihatkan adanya keterlambatan suplai, harga jual melampaui HET, antrean panjang, serta distribusi yang tidak tepat sasaran. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan kuota, pemutakhiran data penerima yang tidak akurat,lemahnya pengawasan distribusi, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap aturan penggunaan LPG bersubsidi. Akibatnya, kelompok miskin yang seharusnya menjadi prioritas justru kesulitan memperoleh LPG dengan harga terjangkau.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">H Social Sciences (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-11-27</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Ilmu Administrasi Negara FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>