<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pelaksanaan Aplikasi Sentuh Tanahku dalam Mendukung&#13;
Digitalisasi Pelayanan Pertanahan di Kantor Pertanahan Kota&#13;
(ATR/BPN) Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Navasha Hadiya</mods:namePart><mods:namePart type="family">Putri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kurangnya tingkat adopsi aplikasi pada masyarakat. Aplikasi ini dirancang untuk dapat mempermudah masyarakat dalam mengecek keaslian sertipikat yang dimiliki. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan aplikasi Sentuh Tanahku dalam mendukung  digitalisasi pelayanan pertanahan di Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kota Padang ,serta mendeskripsikan faktor penghambat dalam pelaksanaan aplikasi Sentuh Tanahku  tersebut. Teori yang digunakan adalah teori Technology Acceptance Model (TAM)dengan 5 indikator yaitu Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using Technology, Behavioral Intention to Use, dan Actual System Use. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan aplikasi Sentuh Tanahku telah memberikan dampak positif terhadap ef ektivitas pelayanan pertanahan. Berdasarkan analisis Technology Acceptance Model (TAM), aplikasi ini dinilai berguna dalam mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi. Aplikasi dirancang user-friendly dengan sistem keamanan yang mengikuti standar ISO/IEC 27001 dan kebijakan BSSN. Pegawai menunjukkan sikap positif dan komitmen jangka panjang terhadap penggunaan aplikasi,meskipun penggunaan bervariasi antar bagian sesuai dengan kebutuhan teknis masing-masing. Namun demikian, terdapat tiga faktor penghambat utama dalam pelaksanaan aplikasi: (1) preferensi masyarakat terhadap pelayanan konvensional; (2) kekhawatiran terhadap keamanan data pertanahan yang belum tersosialisasi dengan baik; dan (3) tingkat literasi digital yang tidak merata, terutama di kalangan masyarakat lanjut.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">H Social Sciences (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-11-25</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Ilmu Administrasi Negara FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>