<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Afiksasi yang Berkombinasi dengan Reduplikasi dalam Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin KaryaTere Liye</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Indah</mods:namePart><mods:namePart type="family">Zulkarnain</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini penting dilakukan untuk melihat bagaimana proses pembentukan kata berafiks yang berkombinasi dengan reduplikasi yang terdapat dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye (disingkat menjadi DYJTPMA). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis afiks yang berkombinasi dengan reduplikasi di dalam novel DYJTPMA karya Tere Liye, (2) mendeskripsikan proses pembentukan kata berafiks yang berkombinasi dengan reduplikasi di dalam novel DYJTPMA karyaTere Liye, dan (3) mendeskripsikan makna kata kompleks yang dihasilkan dari kata berafiks yang berkombinasi dengan reduplikasi di dalam novel DYJTPMA karya Tere Liye. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, serta memanfaatkan pendekatan linguistik korpus. Data dalam penelitian ini adalah kata berafiks yang berkombinasi dengan reduplikasi, bersumber dari korpus novel Indonesia yang berjudul DYJTPMA karya Tere Liye. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dengan metode simak, teknik sadap, dan teknik catat, serta menggunakan bantuan aplikasi KORTARA. Pada tahap analisis data, metode yang digunakan adalah teknik analisis linguistik komputasi. Teknik pengabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, jenis afiks yang berkombinasi dengan reduplikasi ditemukan sebanyak lima jenis, yaitu prefiks, sufiks, infiks, konfiks, dan kombinasi afiks. Kedua, proses pembentukan kata berafiks yang berkombinasi dengan reduplikasi terbagi atas 3 proses yaitu sebagai berikut, (1) bentuk dasar mengalami afiksasi terlebih dahulu sebelum direduplikasikan, pola pembentukannya adalah (D + afiks) + R → Kata Kompleks, jenis reduplikasinya adalah reduplikasi sebagian, (2) bentuk dasar direduplikasikan terlebih dahulu baru kemudian diberi afiks, pola pembentukannya adalah (D + R) + afiks → Kata Kompleks, jenis reduplikasinya adalah reduplikasi sebagian, dan (3) bentuk dasar diberi afiks dan direduplikasikan secara bersamaan, pola pembentukannya adalah D + R + afiks → Kata ii Kompleks, jenis reduplikasinya adalah reduplikasi berkombinasi dengan afiksasi. Ketiga, makna kata kompleks yang ditemukan dalam penelitian ini terdapat 11 macam makna yaitu sebagai berikut, (1) makna ‘banyak’, (2) makna ‘jamak’, (3) makna ‘bermacam-macam’, (4) makna ‘menyerupai yang tersebut pada bentuk dasar’, (5) makna ‘hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan pada bentuk dasarnya’, (6) makna ‘agak’, (7) makna ‘perbuatan yang dilakukan berulang-ulang’, (8) makna ‘saling atau resiprokal’, (9) makna ‘tak bersyarat’, (10) makna ‘perbuatan yang tersebut pada bentuk dasarnya dilakukan dengan enaknya, santainya, atau senangnya’, dan (11) makna ‘menyatakan intensitas perasaan’.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">PN Literature (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2025-03</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Sastra Indonesia FBS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>