%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Lestari, Enggalia %A Fakultas Ilmu Sosial, %B Ilmu Administrasi Negara FIS UNP %D 2025 %F repounp:45999 %I Universitas Negeri Padang %T Pemberdayaan Petani Melalui Program Sawah Pokok Murah dalam Meningkatkan Produksi Padi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan di Nagari Koto Berapak Kecamatan Bayang %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/45999/ %X Program Sawah Pokok Murah (SPM) merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu petani mengatasi permasalahan biaya produksi yang tinggi dan hasil panen yang rendah. Namun, pelaksanaan Program SPM di Nagari Koto Berapak masih belum optimal. Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain rendahnya pemahaman petani terhadap program, kurangnya sosialisasi,pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan dari Dinas Pertanian, minimnya partisipasi masyarakat, sarana prasarana pendukung yang belum memadai, dan terbatasnya jumlah penggerak program. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan pemberdayaan petani melalui program SPM di Nagari Koto Berapak serta mengidentifikasi apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pemberdayaan petani melalui program SPM di Nagari Koto Berapak.Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, terdiri dari Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, penyuluh pertanian Program SPM di Kecamatan Bayang, Wali Nagari, Ketua Kelompok Tani, ketua penggerak Program SPM di Nagari Koto Berapak, petani pelaksana program, dan masyarakat yang masih menerapkan metode usahatani konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori pengukuran pemberdayaan masyarakat menurut Mardikanto (2015) yang terdiri dari empat indikator: Bina Manusia, Bina Usaha, Bina Lingkungan, dan Bina Kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program SPM berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas dan keterampilan petani dalam budidaya padi (Bina Manusia), peningkatan produktivitas dari rata-rata kurang dari 5 ton/ha menjadi 8,60 ton/ha dan efisiensi biaya produksi melalui penerapan konsep MTOT (Bina Usaha), penerapan praktik pertanian ramah lingkungan seperti penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati (Bina Lingkungan), dan penguatan kelompok tani meskipun tingkat kemandiriannya masih perlu ditingkatkan (Bina Kelembagaan). Namun demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi kendala berupa terbatasnya tenaga penggerak, minimnya modal, dan kurang optimalnya kemitraan dengan pihak swasta. Upaya mengatasi kendala tersebut dilakukan melalui dukungan dari Brigade Pangan, kerjasama dengan Bank Dunia/UBI, dan peningkatan pendampingan teknis oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan.