%0 Report %9 Working Paper %A Zen, Hafshah Aulia %A Universitas Negeri Padang, %D 2026 %F repounp:45989 %I Universitas Negeri Padang %T Analisis Kendala Prosedur Check-In pada Saat High Occupancy oleh FDA: Studi Kasus di Harris Resort Waterfront Batam %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/45989/ %X Proses check-in pada saat high occupancy memiliki beberapa kendala seperti memicu terbentuk antrean yang panjang di area lobby, keterlambatan informasi kesiapan kamar dari bagian Housekeeping, serta sering terjadi perubahan reservasi mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang muncul dalam prosedur check-in yang dilakukan FDA saat high occupancy di Harris Resort Waterfront Batam, serta melihat faktor penyebabnya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung pada proses check-in saat periode ramai, wawancara dengan pihak terkait seperti Supervisor, terutama FDA dan petugas yang berhubungan dengan alur layanan, serta dokumentasi untuk mendukung data lapangan. Selanjutnya, data dianalisis dengan cara memaparkan temuan, mengelompokkan masalah yang muncul, lalu menyimpulkan kaitannya dengan prosedur check-in yang seharusnya diterapkan. Berdasarkan hasil studi, ditemukan beberapa kendala utama, antara lain: (1) meningkatnya antrean sehingga waktu check-in terasa lebih lama, (2) keterlambatan informasi mengenai kesiapan kamar yang menyebabkan FDA menunggu atau menyesuaikan penugasan kamar, (3) FDA dituntut bekerja ekstra demi meminimalkan antrean, serta menangani berbagai permintaan khusus atau perubahaan data reservasi mendadak secara personal, dan (4) Kondisi lobby yang padat membuat FDA melewatkan beberapa tahapan dalam SOP Check-in. Rekomendasi untuk kendala ini, diperlukan fleksibilitas penugasan staf Front Office pada pengaturan kerja saat peak time, seperti staff Guest Relation Officer (GRO) memeriksa kelengkapan dokumen registrasi selagi tamu mengantre, komunikasi yang lebih cepat antara Front Office dan Housekeeping terkait status kesiapan kamar. Selain itu, diperlukan alur penanganan perubahan reservasi yang lebih terstruktur agar FDA dapat tetap mengikuti prosedur dengan konsisten. Dengan langkah-langkah tersebut, proses check-in diharapkan bisa lebih efektif, lebih tertib, dan tetap memberikan pelayanan yang baik kepada tamu.