<ctx:context-object xsi:schemaLocation="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx http://www.openurl.info/registry/docs/info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" timestamp="2026-08-10T03:20:43Z" xmlns:ctx="info:ofi/fmt:xml:xsd:ctx" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XML"><ctx:referent><ctx:identifier>info:oai:repository.unp.ac.id:45939</ctx:identifier><ctx:metadata-by-val><ctx:format>info:ofi/fmt:xml:xsd:oai_dc</ctx:format><ctx:metadata><oai_dc:dc xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd" xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance">
        <dc:relation>https://repository.unp.ac.id/id/eprint/45939/</dc:relation>
        <dc:title>Prosedur Kerja Make Up Room di Hotel Harper Premier Nagoya Batam</dc:title>
        <dc:creator>Luxvi, Masyariq Anwar</dc:creator>
        <dc:subject>Hoaspitality Management</dc:subject>
        <dc:description>Kebersihan kamar menjadi bagian penting dalam kualitas pelayanan hotel karena kamar merupakan produk utama yang digunakan tamu. Studi kasus ini bertujuan menganalisis prosedur kerja make up room di Hotel Harper Premier Nagoya Batam, menjelaskan tahapan yang dilakukan room attendant, mengidentifikasi kendala operasional, serta menyusun rekomendasi perbaikan. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi selama Pengalaman Lapangan Industri pada 28 Januari sampai 27 Juli 2026, wawancara semi-terstruktur dengan Housekeeping Supervisor dan Room Attendant, dokumentasi, serta penelaahan catatan kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa pekerjaan dimulai melalui briefing dan pembagian room assignment, dilanjutkan dengan set up trolley, prosedur mengetuk pintu dan mengucapkan “Housekeeping” sebanyak tiga kali, pembersihan kamar secara berurutan, pelengkapan amenities, final check, dan room inspection oleh supervisor. Rata-rata satu kamar occupied dikerjakan sekitar 20–30 menit, sedangkan trainee menangani kurang lebih 14 kamar occupied maupun vacant per hari sesuai tingkat hunian dan pembagian area. Kendala utama berupa okupansi tinggi, keterbatasan waktu, tamu masih berada di kamar, status Do Not Disturb, permintaan khusus, serta kurang teliti saat double check. Upaya yang telah dilakukan meliputi penentuan prioritas kamar, koordinasi dengan Front Office, pembagian area yang merata, bantuan antarstaf, inspeksi, briefing evaluasi, dan refreshment SOP. Perbaikan yang disarankan mencakup checklist final, pencatatan DND, standardisasi trolley, matriks prioritas kamar, dan pendampingan trainee yang lebih terstruktur.</dc:description>
        <dc:publisher>FPP UNP</dc:publisher>
        <dc:date>2026</dc:date>
        <dc:type>Monograph</dc:type>
        <dc:type>NonPeerReviewed</dc:type>
        <dc:format>text</dc:format>
        <dc:language>en</dc:language>
        <dc:identifier>https://repository.unp.ac.id/id/eprint/45939/1/4_MASYARIQ%20ANWAR%20LUXVI_24135183_2026.pdf</dc:identifier>
        <dc:identifier>  Luxvi, Masyariq Anwar  (2026) Prosedur Kerja Make Up Room di Hotel Harper Premier Nagoya Batam.  Working Paper. FPP UNP.     </dc:identifier></oai_dc:dc></ctx:metadata></ctx:metadata-by-val></ctx:referent></ctx:context-object>