<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Analisis Kegiatan Preservasi Preventif Arsip di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sumatera Barat</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Armida</mods:namePart><mods:namePart type="family">Armida</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan menganalisis kegiatan preservasi preventif arsip,&#13;
kendala-kendala yang dihadapi dalam kegiatan preservasi preventif arsip serta standar&#13;
prosedur pelaksanaan kegiatan preservasi preventif arsip yang dilakukan di Kantor&#13;
Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sumatera Barat. Metode penelitian ini adalah&#13;
deskriptif kualitatif, dengan sumber data beberapa informan kunci melalui hasil&#13;
wawancara dan pengamatan langsung ke objek penelitian. Data sekunder yang&#13;
mendukung penelitian ini diperoleh dari dokumen-dokumen yang tersedia di tempat&#13;
objek penelitian. Untuk menguji keabsahan data digunakan Triangulasi Teknik.&#13;
Berdasarkan informasi dari informan penelitian ini dapat dijelaskan bahwa&#13;
kegiatan preservasi preventif arsip secara keseluruhan sudah terlaksana dengan baik&#13;
dan sistematis. Hal ini dapat dilihat dengan adanya ruangan Sentral Khasanah Arsip&#13;
(SKA) yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Pelaksanaan&#13;
fumigasi yang dilakukan secara periodik yaitu 2 kali dalam setahun yang bertujuan&#13;
untuk kegiatan pencegahan awal agar arsip tidak rusak dimakan rayap/ kerusakan&#13;
arsip karna faktor suhu dan kelembaban ruangan. Beberapa kendala yang&#13;
menyebabkan tidak optimalnya preservasi preventif asip di objek penelitian&#13;
diantaranya disebabkan oleh : 1) Sumber daya manusia yang belum berlatar belakang&#13;
sebagai arsiparis, 2) Tingkat kepeduliaan pegawai yang masih kurang, 3) Belum&#13;
tersedianya waktu khusus untuk pengelolaan arsip. Hasil penelitian ini juga&#13;
membuktikan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) yang digunakan belum&#13;
memuat secara rinci tentang langkah-langkah pelaksanaan preservasi preventif arsip.&#13;
Berdasarkan penelitian diatas rekomendasi yang dapat penulis sarankan&#13;
kepada pegawai untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan&#13;
kearsipan. Kepada pimpinan agar menempatkan sumber daya pengelola arsip yang&#13;
mempunyai latar belakang atau kopetensi arsiparis. Kegiatan preservasi preventif&#13;
arsip dapat memperpanjang nilai guna arsip khususnya value fiscal, maka&#13;
optimalisasi kegiatan alih media arsip bertujuan untuk menyelamatkan nilai informasi&#13;
dan mengatasi kekurangan ruangan penyimpanan arsip. Untuk mewujudkan hal&#13;
tersebut diperlukan langkah-langkah kegiatan preservasi yang termuat secara rinci&#13;
atau detail di dalam ruangan SKA.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HB Economic Theory</mods:classification><mods:classification authority="lcc">L Education (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2018-05</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;Pdd. EKONOMI FE UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>