<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Peranan Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan dalam Perekonomian Provinsi Sumatera Barat dengan Pendekatan Analisis Input-Output</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Annisa</mods:namePart><mods:namePart type="family">Meirani</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Kuatnya hubungan suatu sektor dengan sektor lainnya dalam upaya &#13;
peningkatan pertumbuhan ekonomi dapat dilihat melalui nilai keterkaitan, dampak penyebaran, serta angka penggandanya, dimana hal tersebut dapat dianalisis menggunakan data yang tercantum dalam tabel Input-Output. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sektor pertanian dan industri pengolahan dalam perekonomian Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan guna menganalisis keterkaitan sektor pertanian dan industri pengolahan terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya, menganalisis daya penyebaran dan derajat kepekaan sektor pertanian dan industri pengolahan, serta menganalisis efek multiplier terhadap output dan pendapatan di Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel Input-Output Sumatera Barat tahun 2016 dengan klasifikasi 17 dan 52 sektor lapangan usaha. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan program Microsoft Excel yang merupakan perangkat lunak komputer. Berdasarkan hasil analisis keterkaitan, sektor pertanian termasuk dalam sektor berkembang di Provinsi Sumatera Barat karena memiliki nilai keterkaitan ke depan tinggi dan nilai keterkaitan ke belakang rendah, sementara sektor industri pengolahan dikatakan sebagai sektor potensial di Provinsi Sumatera Barat karena nilai keterkaitan ke depan yang rendah dan nilai keterkaitan ke belakang tinggi. Hasil analisis indeks daya penyebaran, sektor industri pengolahan mampu menarik pertumbuhan sektor hulu sementara sektor pertanian kurang mampu menarik pertumbuhan sektor huluya di Provinsi Sumatera Barat. Hasil analisis indeks derajat kepekaan, sektor pertanian mampu mendorong pertumbuhan ouput sektor hilir sedangkan sektor industri pengolahan kurang mampu mendorong pertumbuhan sektor hilirnya di Provinsi Sumatera Barat. Hasil analisis multiplier output, sektor industri pengolahan menjadi sektor tertinggi kedua sedangkan sektor pertanian merupakan yang terendah dari 17 sektor perekonomian di Provinsi Sumatera Barat. Hasil analisis multiplier pendapatan, sektor industri pengolahan berada di urutan keenam dan sektor pertanian menjadi sektor terendah kedua dari 17 sektor perekonomian di Provinsi Sumatera Barat. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus untuk mengoptimalkan pertumbuhan sektor sekunder seperti industri pengolahan agar dapat meningkatkan nilai tambah sehingga kontribusinya dapat lebih signifikan dalam perekonomian daerah.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HB Economic Theory</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2024</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Ilmu Ekonomi FE UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>