%L repounp45397 %I Universitas Negeri Padang %D 2024 %A Suhendri Suhendri %X Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Statistik Ekonomi (SEKI), World Bank, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank for International Settlements (BIS) dengan variabel penelitian yang terdiri dari lima variabel yaitu eksternal shockk, nilai tukar, kebijakan moneter, jumlah uang beredar, dan stabilitas ekonomi. Penelitian ini menggunakan data time series kuartalan dari tahun 2006 sampai 2023. Penelitian ini menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Hasil analisis Impulse respon dan Variance Decomposition menunjukan bahwa kebijakan moneter, khususnya melalui suku bunga acuan (BI-RATE) dan jumlah uang beredar, efektif dalam mengelola inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan nilai tukar dalam jangka panjang, meskipun ada dampak yang bervariasi dalam jangka pendek. Ini sesuai dengan teori yang menunjukkan adanya lag dalam transmisi kebijakan moneter. Kemudian, penelitian ini juga menekankan bahwa ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti harga komoditas minyak dan pertumbuhan GDP negara maju.Kenaikan harga minyak dunia berdampak negatif terhadap nilai tukar rupiah dan meningkatkan inflasi, sementara pertumbuhan ekonomi negara maju justru mendukung stabilitas rupiah dan perekonomian Indonesia.Selanjutnya, Kenaikan suku bunga menguatkan nilai tukar, dan peningkatan jumlah uang beredar juga berkontribusi terhadap penguatan nilai tukar, ini konsisten dengan teori Mundell-Fleming.Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter merupakan alat yang efektif dalam menjaga stabilitas makroekonomi. %T Efektivitas Kebijakan Moneter di Indonesia