<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Partisipasi Generasi Muda pada Kaum dalam Musyawarah Kaum sebagai Tradisi di Suku-suku, Kenagarian Lumpo, Pesisir Selatan</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ises</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ildayanti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Dalam penelitian ini, peneliti menemukan permasalahan mengenai &#13;
partisipasi generasi muda dalam musyawarah kaum. Hal ini terlihat dari kurangnya minat generasi muda untuk berpatisiapasi di acara musyawarah kaum, banyaknya ditemukan generasi muda yang tidak mengenal adat-istiadat serta kurangnya interaksi antara anggota kaum.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk  partisipasi generasi muda dalam musyawarah kaum, untuk mengetahui faktor penyebab kurangnya minat generasi muda untuk ikut  berpatisipasi di acara musyawarah kaum, dan untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan pemuka adat untuk melestarikan tradisi musyawarah kaum yang ada di Kenagarian Lumpo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini memakai teknik purpossive sampling. Jenis datanya adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan dengan wawancara , observasi dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi, kemudian data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh selama penelitian. Berdasarkan hasil temuan dilapangan menggambarkan bahwa partisipasi generasi muda dalam musyawarah kaum sangat rendah. Hal  ini dapat dilihat dari sedikitnya generasi muda yang hadir pada saat acara musyawarah kaum tersebut dan tidak adanya wujud partisipasi generasi muda. Faktor yang menyebabkan kurangnya  minat generasi muda untuk ikut berpatisipasi pada acara musyawarah kaum ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor dorongan dari dalam diri, faktor emosional, faktor sosial budaya dan faktor lingkungan. Faktor-faktor tersebutkah yang menyebabkan kurangnya minat generasi muda untuk ikut berpatisipasi dalam acara musyawarah kaum. Selanjutnya para pemuka adat melakukan upaya-upaya untuk melestarikan tradisi musyawarah kaum seperti: terus mengadakan acara musyawarah kaum ini, memberikan arahan kepada orang tua agar dapat mensosialisasikan kepada anak-anaknya tentang musyawarah kaum serta manfaat yang diperoleh dari acara ini, serta menghimbau kepada orang tua agar dapat mengajak anaknya untuk ikut keacara musyawarah kaum.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">H Social Sciences (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Ilmu Sosial Politik FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>