%K Lembaran Kerja Siswa %L repounp45195 %D 2012 %I Universitas Negeri Padang %A Gita Noveri Eza %T Pengembangan Lembaran Kerja Siswa (LKS) Berbasis Problem Solving pada Materi Sistem Ekskresi Manusia untuk SMA Kelas XI Semester II Berdasarkan Kurikulum 2006 %X Guru memiliki peranan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya dengan memvariasikan media pembelajaran yang digunakan. Banyak jenis media pembelajaran yang bisa dikembangkan, diantaranya Lembaran Kerja Siswa (LKS). LKS adalah salah satu bahan ajar yang berisi ringkasan materi dan kumpulan soal-soal latihan. Adanya LKS diharapkan siswa dapat memahami pelajaran yang diberikan guru sekaligus dapat menerapkannya melalui soal-soal latihan dalam LKS tersebut. Berbagai pendekatan bisa dilakukan dalam mengembangkan LKS, diantaranya pendekatan problem solving, yang dapat memotivasi siswa untuk berpikir aktif dan kritis. Namun kenyataannya LKS yang digunakan di SMAN 1 Solok belum berbasis problem solving. Soal-soal yang ada di dalamnya jarang yang berupa pemecahan masalah, padahal pendekatan problem solving dapat memicu siswa berpikir aktif dan kritis. Berdasarkan hal itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan LKS berbasis problem solving pada materi sistem ekskresi manusia, mengetahui validitas, praktikalitas, serta mengetahui respon guru/siswa terhadap LKS yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model 4–D yang telah dimodifikasi, yang terdiri dari tahap define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengeambangan). Subjek uji coba LKS adalah 3 orang guru dan 20 orang siswa SMAN 1 Solok kelas XI IA 1. Data penelitian adalah data primer yang terdiri dari validitas, praktikalitas, dan respon guru/siswa. Data dianalisis dengan analisis deskriptif berupa persentase. Dari penelitian dihasilkan produk berupa LKS berbasis problem solving pada materi sistem ekskresi manusia untuk SMA kelas XI semester II. LKS yang dihasilkan dikategorikan valid oleh validator baik dari segi didaktik, konstruksi, maupun teknis dengan nilai validitas 87,90%. LKS yang dihasilkan juga dikategorikan praktis dari segi kemudahan penggunaan dan efektivitas waktu dalam pembelajaran, dengan nilai praktikalitas dari guru 85,42% dan dari siswa 83,65%. LKS juga dikatakan baik dilihat dari respon guru/siswa dengan nilai 88,33% dari guru dan 87,00% dari siswa.