%T An Analysis of the English Test Items at Semester 2 of 7th Grade State Junior High Schools in Padang in Academic Year 2010-2011 %X Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan salah satunya dengan kegiatan evaluasi yang memberikan gambaran ketercapaian rencana pembelajaran. Tes merupakan salah satu bentuk evalusi dalam proses belajar mengajar. Tes yang telah digunakan di SMP Negeri di kota Padang pada semester 2 tahun ajaran 2010-2011dirancang oleh seorang guru yang ditetapkan dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Baik atau tidaknya tes tersebut sangat ditentukan oleh kualitas guru yang merancangnya. Faktanya, guru masih memiliki keterbatasan kemampuan dalam merancang tes yang baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap kualitas tes yang telah digunakan agar tes benar-benar mampu mengukur kompetensi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dimana peneliti menggambarkan kualitas dari tes semester 2 untuk kelas 7 tahun ajaran 2010-2011.Objek yang digunakan adalah materi dan lembar jawaban siswa yang diperoleh dari SMP 2, SMP 3 dan SMP 25 Padang sebanyak 150 lembar. Dalam penentuan ini, penulis melakukan analisis secara lebih spesifik dengan membedakannya menjadi deskriptif dan deskriptif statistik. Data deskriptif diperoleh dari analisis format butir soal dan format pilihan ganda sedangkan data untuk deskriptif statistik diperoleh berdasarkan analisa tingkat kesukaran, daya beda, validitas, reliabilitas dan daya pengecoh. Berdasarkan analisa format butir soal ditemukan masalah pada 7 dari 10 indikator yang telah ditetapkan yaitu indikator 1,2,3,4,6,8 dan 10. Pada format pilihan ganda ditemukan masalah pada semua indikator. Selanjutnya berdasarkan analisa deskriptif statistik diperoleh data bahwa 46 dari 50 soal adalah valid. Dilihat dari tingkat kesukaran dapat tergambar bahwa 19 soal sangat mudah, 28 soal sedang dan 3 soal sulit. Selanjutnya berdasarkan daya beda tergambar bahwa 2 soal sangat baik, 1 soal baik, 10 soal sedang dan 38 soal jelek. Berdasarkan daya pengecoh soal dapat digambarkan bahwa 29 soal memiliki pengecoh yang tidak efektif. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa 2% soal diterima, 22 % ditolak, 26 % direvisi dan 50 % harus ditingkatkan lagi. Sedangkan untuk tingkat reliabilitis, soal test memiliki tingkat reliabilitas yng sangat tinggi yaitu 0.991. Kemampuan guru dalam membuat test merupakan hal utama untuk menghasilkan suatu bentuk tes yang memenuhi kriteria. Peningkatan pemahamanan dan latihan akan mampu membantu guru dalam meningkatkan kualitas butir soal %I Universitas Negeri Padang %A Endang Sri Wahyuni %L repounp45165 %D 2012