%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Satriana, Ega %A FIS, %B Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FIS UNP %D 2012 %F repounp:45102 %I Universitas Negeri Padang %T Penerapan Disiplin Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Siswa: Studi SMA N 1 Padang Ganting Kab. Tanah Datar %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/45102/ %X Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan mendeskripsikan penerapan disiplin sebagai upaya pembentukan karakter siswa di SMA N 1 Padang Ganting di lihat dari: 1) penerapan disiplin sebagai upaya pembentukan karakter siswa 2) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembentukan karakter siswa 3) upaya yang dilakukan oleh guru dalam menghadapi kendala yang ada sebagai upaya pembentukan karakter siswa. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Untuk menjawab permasalahan penelitian tentang Penerapan Disiplin Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Siswa di SMA N 1 Padang Ganting , peneliti mengumpulkan data dengan melakukan wawancara dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru-guru dan siswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan sebagai berikut: 1) Penerapan Disiplin Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Siswa. Hal ini dapat dilihat bahwa penerapan disiplin tentang peraturan disekolah tersebut sudah mulai bagus, hal ini dapat dilihat dari ikut berpartisipasi aktifnya guru dalam penyusunan tata tertib, sosialisasi tata tertib, serta penegakkan tata tertib. Akan tetapi kesadaran untuk membentuk karakter siswa tersebut masih kurang dan perlu ditingkatkan lagi, guna menciptakan siswa yang taat hukum dan berdisiplin. 2) Kendala yang dirasakan oleh guru terhadap pelanggaran rendahnya kesadaran siswa akan pentingnya taat hukum dan berlaku disiplin, serta lingkungan masyarakat disekitar sekolah yang kurang mendukung juga ikut berpengaruh terhadap perkembangan sikap siswa dan pembentukan karakter siswa 3) Upaya yang dapat dilakukan oleh guru dan tim disiplin yang ada di sekolah adalah dengan selalu senantiasa memberikan contoh teladan kepada siswa, serta dengan memberikan teguran kepada siswa jika ada yang melanggar. Jika pelanggaran tersebut memang harus untuk dihukum maka guru memberikan hukuman yang sifatnya mendidik, seperti: membaca Al-Qur’an dan membaca ayat kursi.