%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Saputra, Ilham %A Universitas Negeri Padang, %B Ilmu Sosial Politik FIS UNP %D 2012 %F repounp:45076 %I Universitas Negeri Padang %T Tradisi Pembuatan Keranda Mayat di Nagari Bukit Tandang Kabupaten Solok %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/45076/ %X Penelitian ini mengungkap tentang tradisi pembuatan keranda mayat Pada Upacara Kematian di Kenagarian Bukit Tandang Kabupaten Solok. Latar belakang peneliti melakukan penelitian ini adalah karena banyaknya generasi muda yang tidak memahami makna dan nilai yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi pembuatan keranda mayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses serta makna dan nilai yang terkandung dalam tradisi pembuatan keranda mayat pada upacara kematian dikenagarian Bukit tandang dan penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu untuk penelitian selanjutnya untuk memfokuskan studinya terhadap suatu makna dari suatu adat. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan proses pelaksanaan tradisi pembuatan keranda mayat serta makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Informan dalam penelitian ini adalah para pemuka adat, tokoh masyarakat dan pemuda. Data diperoleh dengan teknik wawancara mendalam dan studi dokementasi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis model interaktif sebagaimana yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pelaksanaan tradisi pembuatan keranda mayat di kenagarian Bukit Tandang dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap yang pertama, yaitu proses pelaksanaan tradisi pembuatan keranda mayat, yang meliputi (a) waktu dan tempat pelaksanaan tradisi pembuatan keranda mayat, (b) alat dan bahan yang digunakan dalam tradisi pembuatan keranda mayat, dan (c) orang-orang yang melaksanakan tradisi pembuatan keranda mayat. dan kedua, makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi pembuatan keranda mayat. Makna pembuatan ini dilihat dari (a) tahap persiapan dan (b) tahap penyelenggaran upacara, dan nilai- nilai yang terkandung meliputi (i) nilai gotong royong, (ii) kerukunan dan (iii) adat. Melalui penelitian ini peneliti menyarankan hendaknya masyarakat dan generasi muda menyesuaikan kembali pelaksanaan upacara adat dengan ajaran agama Islam sebenarnya agar kita sebagai umat beragama tidak menyalahi aturan agama kita. Selain itu juga disarankan kepada para ulama yang ada di Nagari Bukit Tandang agar dapat membimbing dan mengarahkan masyarakat Nagari Bukit Tandang dalam melaksanakan upacara adat pembuatan keranda mayat agar tetap bejalan sesuai dengan aturan agama Islam.