<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Using Imagery Strategy in Teaching Writing a Descriptive&#13;
Text to Junior High School Students</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Fitria</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ulfa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Menulis adalah salah satu keterampilan dalam pelajaran bahasa Inggris yang&#13;
harus dikuasai oleh siswa dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing.&#13;
Namun, siswa di sekolah sering menghadapi kesulitan dalam menulis teks bahasa&#13;
Inggris khusunya teks deskriptif. Ada beberapa faktor yang membuat menulis&#13;
sulit bagi siswa seperti kurangnya kosa kata, kurangnya motivasi untuk belajar,&#13;
dan kesulitan dalam menemukan ide-ide. Dalam pengajaran menulis, guru juga&#13;
mengalami kesulitan dalam menemukan strategi yang tepat. Makalah ini&#13;
membahas bagaimana pengajaran menulis teks deskriptif dengan menggunakan&#13;
strategi imagery atau menuliskan buah pikiran dalam benak. Imagery ini dapat&#13;
digunakan sebagai strategi dalam mengajarkan menulis teks deskriptif untuk&#13;
siswa sekolah menengah pertama (SMP). Guru memberikan sebuah gambar dan&#13;
beberapa pertanyaan untuk menuntun siswa menciptakan buah pikiran atau ideide dalam benak sehingga siswa akan mudah dalam menulis teks deskriptif karena&#13;
mereka sudah punya ide-ide dalam pikiran mereka. Pelaksanaan pembelajaran&#13;
menggunakan strategi imagery dalam menulis teks deskriptif harus melalui dua&#13;
tahapan utama. Pertama adalah tahap persiapan. Dalam tahap ini, guru&#13;
mempersiapkan gambar dan pertanyaan-pertanyaan petunjuk untuk menuntun&#13;
siswa dalam menulis teks deskriptif. Tahap kedua adalah prosedur mengajar.&#13;
Tahap ini terdiri dari tiga proses yaitu; pre-teaching (proses sebelum mulai&#13;
mengajar), whilst-teaching (proses mengajar) dan post-teaching (penutupan).&#13;
Dalam pre-teaching, guru melakukan kegiatan warming up yang dapat&#13;
mengaktifkan latar belakang pengetahuan siswa tentang teks deskriptif. Whilstteaching dibagi menjadi tiga bagian: (1) eksplorasi; (2) elaborasi dan; (3)&#13;
konfirmasi. Guru akan menggunakan strategi imagery pada bagian eksplorasi.&#13;
Manfaat utama dari penggunaan imagery dalam mengajar menulis teks deskriptif&#13;
adalah menuntun siswa untuk memunculkan ide-ide dalam pikiran mereka serta&#13;
untuk meningkatkan minat siswa dalam menulis. Oleh karena itu, imagery adalah&#13;
strategi yang tepat dalam mengajar menulis teks deskriptif.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014-02-28</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>