%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Fitri, Afridos %A FIS UNP, %B Ilmu Sosial Politik FIS UNP %D 2016 %F repounp:44944 %I Universitas Negeri Padang %T Tradisi Manjanguak Mantah dan Manjanguak Masak dalam Upacara Kematian (Studi di Nagari Lunto Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto) %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44944/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masyarakat yang keberatan dengan adanya tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak dalam upacara kematian. Dalam hal ini kedudukan ekonomi masyarakat di Nagari Lunto tidak sesuai dengan tradisi yang sudah diterapkan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak, mengungkapkan makna yang terkandung dalam manjanguak mantah dan manjanguak masak serta mengetahui tanggapan masyarakat terhadap tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak yang sudah ada sejak dahulu. Jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Nagari Lunto Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto. Pemilihan informan dengan teknik snowball sampling dan purposive sampling. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder, yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi. Teknik analisis data melalui cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan Verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak adalah rangkaian upacara kematian yang dilakukan pada manujuah hari ( 7 ), manduo kali tujuah (14 hari), ma ampek puluah hari (40 hari), dan manyaratuih hari (100 hari) setelah kematian. Proses pelaksanaan tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak dilakukan pada hari ke-14 setelah kematian. Tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak memiliki makna yaitu untuk menjalin tali silaturrahmi supaya tidak terputus, sebagai ajang memberi dan menerima antara satu sama lain, dan tolong menolong sesama makhluk sosial. Adanya tradisi manjanguak mantah dan manjanguak masak menyebabkan tingginya rasa kebersamaan dan tolong menolong antar masyarakat dan tidak ada lagi perbedaan dalam masyarakat sehingga menyebabkan tradisi ini tetap bertahan dalam kehidupan masyarakat Nagari Lunto.