<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pengembangan Modul Berorientasi Pendekatan Keterampilan Proses Sains pada Materi Fungi untuk Siswa SMA Kelas X</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ipal</mods:namePart><mods:namePart type="family">Miansyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Pemahaman guru terhadap kebutuhan peserta didik sangat penting untuk membantu dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik. Ada banyak hal yang bisa dilakukan guru untuk itu, salah satunya adalah dengan mengembangkan bahan ajar berupa modul.  Penggunaan modul dalam pembelajaran dapat mengaktifkan siswa karena modul yang disusun sistematis memungkinkan siswa untuk belajar mandiri, sehingga dalam proses pembelajaran siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Sebagai subjek belajar, siswa dituntut terampil dalam memperoleh dan mengolah informasi melalui aktivitas berpikir dengan mengikuti langkah-langkah metode ilmiah. Hal itu dapat dicapai siswa dengan cara menerapkan pendekatan  keterampilan proses sains, karena keterampilan proses sains memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembentukan ilmu pengetahuan. Berdasarkan wawancara penulis dengan guru biologi SMAN 13 Padang belum ada penggunaan modul berorientasi pendekatan keterampilan proses sains. Maka dari itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan modul berorientasi pendekatan keterampilan proses sains pada materi fungi untuk SMA, serta untuk mengukur kriteria validitas dan praktikalitasnya.  Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan empat tahap dari lima tahapan model pengembangan Plomp, yang terdiri dari fase investigasi awal (prelimenary investigation), fase desain (design), fase realisasi/konstruksi (realization/construction), fase tes, evaluasi dan revisi (test, evaluation and revision) dan fase implementasi (implementation). Subjek penelitian ini terdiri dari 5 orang validator, dan untuk uji praktikalitas dilakukan oleh 2 orang guru dan 27 orang siswa Kelas X SMAN 13 Padang. Data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari angket validitas dan praktikalitas, kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif. Dari penelitian dihasilkan produk berupa modul berorientasi pendekatan keterampilan proses sains. Modul berorientasi keterampilan proses sains yang dihasilkan dinyatakan valid oleh validator  baik dari aspek kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, maupun aspek kegrafikan dengan nilai validitas 84,25%. Modul yang dihasilkan juga sudah dinyatakan praktis oleh guru dan siswa dari segi kemudahan penggunaan, waktu pembelajaran, dan manfaat dengan nilai praktikalitas 81,94% dan 83,51%.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LB1603 Secondary Education. High schools</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QH301 Biology</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2013</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Biologi FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>