<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Faktor-faktor Penghambat Perempuan dalam Kepemimpinan Nagari (studi kasus di Kenagarian Sungai Asam Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Desi</mods:namePart><mods:namePart type="family">Astuti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini di latarbelakangi oleh kurangnya partisipasi perempuan dalam kepemimpinan nagari, maka dilakukanlah penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan perempuan di nagari, faktor penghambat perempuan dalam kepemimpinan nagari, serta upaya perempuan dalam mengatasi hambatan di kepemimpinan nagari. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik puposive sampling. Jenis data terdiri dari data primer dan sekunder, dikumpulkan melalui wawancara. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi. Teknik analisis data melalui cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan di kenagarian Sungai Asam bahwa kepemimpinan perempuan belum maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya: 1) Di kenagarian Sungai Asam banyak perempuan belum menunjukan minatnya untuk berperan di nagari. 2) Kurang kepercayaan diri perempuan di nagari Sungai Asam dengan potensi yang dimilikinya untuk berpartisipasi di nagari 3) Perempuan di kenagarian Sungai Asam menganggap berpartisipasi di nagari tidak penting. Faktor eksternal diantaranya: 1) Adat masih menjadi hal utama penghambat perempuan dalam kepemimpinan nagari. 2) Pendidikan perempuan yang lebih rendah menjadi penghambat dalam kepemimpinan nagari 3). Perempuan di nagari Sungai Asam memandang keluarga hal utama yang dipentingkan. 4) Banyaknya pekerjaan yang dilakukan perempuan menjadi penghambat dalam kepemimpinan nagari. 5) Di nagari Sungai Asam masyarakat masih memandang perempuan tidak pantas memimpin, sedangkan upaya yang dilakukan perempuan dalam mengatasi hambatan diantaranya: 1) Berusaha berpartisipasi di nagari 2) Dibidang agama 3) Dibidang pendidikan</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">H Social Sciences (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">L Education (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2015-07</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;Pdd. PPKn FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>