<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3"><mods:titleInfo><mods:title>Akuntansi Piutang pada Perusahaan Daerah Air&#13;
Minum (PDAM) Kota Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Bambang Try</mods:namePart><mods:namePart type="family">Ady</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Berdasarkan laporan keuangan PDAM Kota Padang, terdapat nilai total piutangnya rata-rata lebih dari 50% dari total asset lancar. Ini berarti asset perusahaan banyak tertanam pada piutang. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu (1) untuk mengetahui klasifikasi piutang pada PDAM Kota Padang, (2) untuk mengetahui bagaimana pengakuan, penilaian dan penyajian piutang pada PDAM Kota Padang, (3) untuk mengetahui metode apa yang digunakan dalam penilaian piutang tak tertagih pada PDAM Kota Padang. Bentuk penelitian tugas akhir ini adalah menggunakan metode survei yang dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung ke perusahaan terkait. Berdasarkan data hasil penelitian, PDAM Kota Padang menggolongkan piutangnya berdasarkan kelompok pelanggan. Dalam pengakuan piutangnya berhubungan dengan pengakuan pendapatan. Penilaian piutang dalam laporan keuangan dinilai dengan nilai tunai yang dapat direalisasi. Dalam menentukan penyisihan piutang tak tertagih, PDAM Kota Padang menggunakan metode analisis umur piutang. Ada beberapa kelemahan dalam penerapan akuntansi piutang pada PDAM Kota Padang, ialah dalam pencatatan penerimaan piutang yang telah dihapuskan yang pembayarannya diakui sebagai pendapatan lain-lain. Adapun saran yang mungkin dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan alternatif solusi bagi perusahaan guna memperbaiki akuntansi piutang untuk masa yang akan datang. Dalam pencatatan penerimaan atas piutang yang telah dihapuskan, seharusnya terlebih dahulu piutang tersebut di munculkan kembali, setelah itu baru dihapuskan dengan mendebit kas dan bank, dan mengkredit piutang tersebut. Untuk mengurangi adanya penunggakan piutang pelanggan, sebaiknya diterapkan kebijakan mengenai pemberian denda secara bertingkat</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HF5601 Accounting</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2014</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Akuntansi FEB UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>