<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Implemenetasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Daring di SMP Negeri 7 Padang</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Delfa</mods:namePart><mods:namePart type="family">Delfa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mendeskripsikan perilaku siswa SMPN 7 Padang menerapkan pendidikan karakter dalam pembelajaran daring di SMPN 7 Padang. 2). Mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat upaya penguatan pendidikan karakter di SMPN 7 Padang. Jenis penelitian ini adalah campuran (Mix Methods). Dengan jumlah sampel penelitian berjumlah 155 siswa SMPN 7 Padang. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan sampling kouta, pengumpulan data penelitian menggunakan instrument angket dan wawancara. Dengan menggunakan aspek nilai Pendidikan karakter, yaitu religious, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas, dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembelajaran daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi nilai religius siswa dalam pembelajaran luring pada kategori “baik” sebanyak 106 siswa atau 68,4%. Frekuensi nilai religius siswa kategori pembelajaran daring pada kategori “baik” sebanyak 111 siswa atau 71,6%. Frekuensi nilai nasionalis siswa dalam pembelajaran luring pada kategori “baik” sebanyak 146 siswa atau 94,2%. Frekuensi nilai nasionalis siswa kategori pembelajaran daring pada kategori “baik” sebanyak 107 siswa atau 69,0%. Frekuensi nilai mandiri siswa dalam pembelajaran luring pada kategori “baik” sebanyak 74 siswa atau 47,7%. Frekuensi nilai mandiri siswa dalam pembelajaran daring pada kategori “baik” sebanyak 115 siswa atau 74,2%. Frekuensi nilai gotong- royong siswa dalam pembelajaran luring pada kategori “baik” sebanyak 100 siswa atau 64,5%. Frekuensi nilai gotong-royong siswa dalam pembelajaran daring pada kategori “baik” sebanyak 116 siswa atau 74,8%. Frekuensi nilai integritas siswa dalam pembelajaran luring pada kategori “baik” sebanyak 98 siswa atau 63,2%. Frekuensi nilai integritas siswa dalam pembelajaran daring pada kategori “baik” sebanyak 113 siswa atau 72,9%. Hasil penelitian ini menjelaskan faktor pendukung dan penghambat lima nilai-nilai karakter dalam pembelajaran daring yaitu, Faktor pendukung: 1). Kerjasama antara guru dan orang tua siswa dalam pembelajaran daring, 2). Proses pembelajaran yang berkualitas, dan 3). Keluarga yang menjunjung nilai-nilai karakter. Fakor penghambat: 1). Lingkungan keluarga yang kurang memerhatikan nilai-nilai karakter, 2). Waktu Pembelajaran yang terbatas, dan 3). Keinginan untuk memperoleh nilai tinggi dengan cara yang instan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">L Education (General)</mods:classification><mods:classification authority="lcc">T Technology (General)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2021-11</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri padang;KTP FIP UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>