<mets:mets LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" OBJID="eprint_44633" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-06-27T09:28:00Z"><mets:agent TYPE="ORGANIZATION" ROLE="CUSTODIAN"><mets:name>Repository Universitas Negeri Padang</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_44633_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>Konstruksi Sosial Budaya Khitan&#13;
Perempuan: Studi Kasus di Nagari Lasi Kecamatan Canduang&#13;
Kabupaten Agam</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Yosi Rahma</mods:namePart><mods:namePart type="family">Yanti</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Fokus masalah penelitian ini adalah khitan, khitan merupakan tradisi turun menurun yang dipertahankan masyarakat setempat sampai saat sekarang ini. Biasanya khitan pada laki-laki dilakukan setelah dia mampu mengucapkan kalimat syahadat dan dikhitankan oleh dukun, bidan, dokter, dan ahli medis lainnya. Sedangkan perempuan dikhitan pada saat proses penindikan telinga bayi. Hal yang menarik dalam kajian ini adalah pemikiran dan kebiasaan khitan pada perempuan sudah terbangun dan sudah menjadi suatu keharusan dalam masyarakat Nagari Lasi. Masyarakat Nagari Lasi tetap mempertahankan tradisi khitan walaupun ada beberapa problematika terkait khitan perempuan ini, dimana khitan perempuan ini tidak wajib secara agama dan tidak memberi manfaat kesehatan bagi perempuan bahkan cendrung menimbulkan resiko kemandulan bagi perempuan. walaupun begitu masyarakat Nagari Lasi tetap melaksanakan khitan perempuan, bahkan khitan yang dilakukan di Nagari Lasi ini tidak hanya dilakukan oleh bayi yang berumur 30-40 hari, namun juga orang tua yang berumur 70-75 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial budaya khitan perempuan di Nagari lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori konstruksi kenyataan sosial oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah masyarakat yang berada di Nagari Lasi dengan menggunakan teknik pemilihan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dianalisis dengan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman melalui langkah-langkah yaitu: mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan dilapangan menunjukan bahwa ada beberapa konstruksi masyarakat Nagari Lasi yang mengharuskan khitan perempuan yaitu: Khitan adalah suatu ajaran yang dianjurkan oleh agama, khitan merupakan kewajiban sosial setiap orang tua, khitan adalah budaya yang harus dilestarikan, dan khitan adalah salah satu cara memelihara kesehatan di kalangan perempuan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">HN Social history and conditions. Social problems. Social  reform</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2017-07</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Pendidikan Sosiologi FIS UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_44633"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_44633_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong>
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic
metadata, I grant Repository Universitas Negeri Padang the right to store
them and to make them permanently available publicly for free on-line.
I declare that this material is my own intellectual property and I
understand that Repository Universitas Negeri Padang does not assume any
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and
associated bibliographic metadata that I am archiving at
Repository Universitas Negeri Padang is in the public domain. If this is
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the <em>Deposit Item Now</em> button indicates your agreement to these
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file OWNERID="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44633/1/final_B1_03_YOSI_RAHMA_YANTI_1302220_4463_2017.pdf" ID="eprint_44633_89344_1" MIMETYPE="application/pdf" SIZE="4866832"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:href="https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44633/1/final_B1_03_YOSI_RAHMA_YANTI_1302220_4463_2017.pdf" xlink:type="simple"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div ADMID="TMD_eprint_44633" DMDID="DMD_eprint_44633_mods"><mets:fptr FILEID="eprint_44633_document_89344_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>