@phdthesis{repounp44618, month = {August}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2014}, title = {Azwarni (Dari Ujung Jarum Menjadi Upakarti) 1980- 1992}, author = {Zaputra, Yondri}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44618/}, abstract = {Skripsi ini merupakan kajian biografi dengan memilih tokoh Azwarni. Kajian dalam skripsi ini menggambarkan seorang Pengrajin sulaman bordir dalam mengembangkan kerajinan sulaman bordir di daerah Tambun Ijuak Koto Tangah Simalanggang, Kabupaten 50 Kota.hingga menjadi seorang Innovator dan Motivator dalam kerajinan sulaman bordir. Pengangkatan judul ini dikarenakan bahwa ketokohan Azwarni dalam kerajinan sulaman bordir yang mampu menjadikan kerajinan sulaman bordir di Tambun Ijuak Koto Tangah Simalanggang lebih dikenal dan membuka lapangan usaha dan peningkatan Perekonomian masyarakat. Studi ini bertujuan untuk memperlihatkan perjalanan Azwarni sebagai pengrajin yang sukses dan kiprahnya dalam kerajinan sulaman bordir di Tambun Ijuk Koto Tangah Simalanggang. Penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan menggunakan pendekatan biografi yaitu studi tokoh atau sering disebut penelitian riwayat hidup (Individual Life History). Oleh sebab itu, sesuai dengan kaidah penelitian sejarah, maka penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yakni: (1) Heruistik yaitu mengumpulkan data, melalui sumber tertulis dan lisan, sumber tertulis berupa data primer maupun sekunder. Data primer berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Azwarni yang didapat dari Azwarni sendiri dan data sekunder didapat melalui studi kepustakaan. Sementara itu sumber lisan berasal dari hasil wawancara terhadap informan dengan menyiapkan pertanyaan yang dirancang sebelumnya; (2) Kritik Sumber, yaitu pengujian dan seleksi terhadap data yang dikumpulkan untuk melihat tingkat keaslian/autentitas data yang dilakukan melalui kritik eksternal dan menguji informan yang terdapat dalam kritik internal; (3) Analisis dan Interpretasi data, yaitu mengklasifikasikan dan mengurutkan serta merangkai data yang dikritik agar dapat direkonstruksi dalam bentuk cerita; dan (4) Historiografi yaitu penyajian hasil penelitian dalam bentu skripsi. Dalam penelitian ini didapatkan Azwarni mengembangkan kerajinan sulaman bordir di Tambun Ijuak Koto Tangah Simalanggang. Merintis usaha meliputi pendirian Usaha Keluarga, permodalan dan karyawan, serta ide-ide dalam pengembangan kerajinan sulaman bordir yang meliputi ide dalam desain baru, manajemen dan pemasaran hasil kerainan, pendirian Gugus Kendali Mutu Cerah semuanya mengarah kepada pengembangan kerajinan sulaman bordir, disamping itu bagaimana Azwarni mampu membaca peluang pasar dan menjadikan pemerintah sebagai mitra kerja merupakan langkah yang benar dalam mengembangkan usaha, karena pembangunan merata yang dikampanyekan pada masa Orde Baru mampu menghidupkan segi-segi ekonomi lemah yang haups akan sentuhan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik.adanya bantuan pemerintah menjadi penopang bagi perkembangan usaha yang dapat dikategorikan golongan lemah seperti Usaha indsutri kecil yang dirintis Azwarni} }