<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Penerapan Problem Posing dalam Pembelajaran&#13;
Matematika di Kelas X SMA Negeri 4&#13;
Bukittinggi Tahun Pelajaran 2011/2012</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Neila</mods:namePart><mods:namePart type="family">Fadhila</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 4 Bukittinggi masih terbilang rendah. Guru lebih mendominasi pembelajaran, sehingga siswa cenderung pasif dan kurang berpartisipasi. Umumnya mereka rajin mengerjakan soal yang diberikan guru, tetapi masih banyak yang belum memahami persoalan yang akan diselesaikan. Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dilakukan perbaikan dalam pendekatan pembelajaran melalui suatu penelitian, yaitu menerapkan model problem posing agar siswa aktif dalam pembelajaran dan terlatih menyelesaikan masalah matematika. Rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah aktivitas belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 4 Bukittinggi yang pembelajarannya menggunakan model problem posing? 2) Bagaimanakah hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 4 Bukittinggi yang pembelajarannya menggunakan model problem posing?. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian The One Shot Case Study, pengambilan sampel secara pusposive sampling yaitu kelas X.6 SMA Negeri 4 Bukittinggi. Pada akhir penelitian siswa diberikan tes akhir ,siswa dikatakan tuntas apabila nilai yang diperoleh memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi dan tes hasil belajar yang dilakukan di akhir pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan model problem posing dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar matematika mereka. Hal ini terlihat dari jumlah ketuntasan siswa pada tes akhir, yaitu sebanyak 63,64% siswa memperoleh nilai di atas KKM dan 36,36% siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan nilai Ulangan Harian I yaitu sebanyak 29,41% siswa yang memperoleh nilai di atas KKM. Berdasarkan uji t yang dicari, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan pembelajaran model problem posing lebih baik dari pada hasil belajar siswa pada Ulangan Harian I.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LB Theory and practice of education</mods:classification><mods:classification authority="lcc">QA Mathematics</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012-01-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Matematika FMIPA UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>