<mods:mods xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" version="3.3" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>Pelaksanaan Proses Pembelajaran di Kelas V SD Sekolah alam Minangkabau Padang, Sumatera Barat.</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">Ahwas Kasidatul</mods:namePart><mods:namePart type="family">Wahdina</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Proses belajar terjadi adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungan. Belajar dapat terjadi kapan dan dimana saja. Seperti Sekolahalam Minangkabau yang menjadikan alam sebagai sumber belajar utama dan guru bukan sebagai pusat belajar bagi siswa melainkan hanya sebagai fasilitator, fasilitator disini berasal dari tamatan non pendidikan S1. Sarana prasarana masih ada yang kurang mencukupi kebutuhan siswa dalam belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut maka fokus penelitian ini untuk melihat pelaksanaan proses pembelajaran di kelas V SD Sekolahalam Minangkabau. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana kegiatan fasilitator dalam pembelajaran, karakteristik fasilitator dan sarana prasarana yang ada di Sekolahalam Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, karena peneliti berusaha untuk mengungkap dan memahami fakta-fakta atau gambaran yang sesuai dengan kenyataan yang ada tanpa melakukan intervensi terhadap kondisi yang terjadi di Sekolahalam Minangkabau. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah fasilitator bidang studi mata pelajaran, siswa kelas V, kepala sekolah, dan sumber lain yang dianggap relevan. Temuan yang peneliti peroleh dalam penelitian ini sebagai berikut: fasilitator di Sekolahalam membuat persiapan mengajar berupa meninjau materi yang akan diberikan yang berpedoman kepada semester plan, weekly plan dan daily plan. Kegiatan pendahuluan yang dilakukan yaitu mengadakan tanya jawab, namun tidak setiap pertemuan diadakan tanya jawab, fasilitator sering melakukan apersepsi, dalam penyampaian materi tidak terlalu cepat sehingga siswa memahami apa yang disampaikan, metode yang digunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, metode yang relevan dan bervariasi. Media yang digunakan adanya media pembelajaran seperti buku, papan tulis, komputer, labor komputer, serta media yang dapat membantu proses pembelajaran, karena di Sekolahalam tidak ada media dan sarana khusus. Dalam kegiatan penutup dilakukan tanya jawab dengan siswa, serta memberikan evaluasi berupa worksheet, atau observasi lapangan. Fasilitator disini memang berasal dari latar belakan non pendidikan S1 dan ada juga yang masih mengikuti perkuliahan. Sarana prasarana yang ada sudah mencukupi dan menunjang pembelajaran siswa. Namun masih perlu dilengkapi lagi terutama untuk komputer masih banyak yang kurang.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">LB Theory and practice of education</mods:classification><mods:classification authority="lcc">LB1501 Primary Education</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8601">2012</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>Universitas Negeri Padang;Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UNP</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>