%A Atri Waldi %I Universitas Negeri Padang %T Pelaksanaan Program Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) dalam Membina Moral Peserta Didik Jenjang Pendidikan SMA di Kota Solok: Studi di masjid Al-Furqan Koto Panjang Kota Solok %D 2014 %K MALAM BINA IMAN, TAQWA, MEMBINA MORAL %L repounp44580 %X Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Pelaksanaan program MABIT dalam membina moral siswa dilihat dari Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Materi Pokok, proses kegiatan MABIT, pengawasan kegiatan MABIT, pembinaan sikap, dan kendala yang ditemui dalam pelaksanaan MABIT di Mesjid Al-Furqan Koto Panjang Kota Solok serta upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Pemilihan informan dilakukan dengan teknik Purposive Sampling.Jenis datanya data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi dan angket//kuisioner. Uji keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi teknik dan meningkatkan ketekunan. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan MABIT dalam membina moral siswa dapat dilihat dari SK, KD, dan Materi Pokok MABIT, proses kegiatan MABIT, pengawasan kegiatan MABIT, dan juga pembinaan sikap dalam pelaksanaan MABIT. Terlihat di dalam SK, KD, dan Materi Pokok MABIT yang memuat tentang nilai-nilai moral dan keimanan yang memberikan pengetahuan moral bagi siswa peserta MABIT melalui materi yang disampaikan oleh narasumber MABIT. Adapun tujuan dari penyampaian materi ini adalah memberikan pengetahuan dan juga pembinaan sikap siswa peserta MABIT. Pembinaan sikap siswa dapat dilihat di dalam proses kegiatan MABIT siswa dibiasakan untuk beribadah. Dalam proses kegiatan MABIT juga telah tampak adanya usaha dari pelaksana MABIT dalam membina moral siswa sekaligus melakukan pengawasan terhadap peserta MABIT, dengan cara membimbing dan memandu siswa dalam pelaksanaan MABIT. Namun, dalam pelaksanaan program MABIT di Mesjid AlFurqan Koto Panjang Kota Solok ini masih menemui beberapa kendala, seperti kurangnya keaktifan siswa dalam melaksanakan MABIT, rendahnya pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan MABIT, masih ada pemateri yang hanya berceramah dalam memberikan materi, serta keterbatasan dana dalam menyelenggarakan MABIT yang mengakibatkan MABIT hanya dapat dilakukan sekali dalam sepekan. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk mengatasi kendala tersebut, di antaranya (a) meningkatkan keaktifan kepala sekolah dalam memotivasi siswanya untuk mengikuti MABIT, (b) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan MABIT, (c) dilakukannya seleksi oleh Dinas Pendidikan dalam menunjuk pemateri untuk pelaksanaan MABIT selanjutnya.