%D 2016 %T Pengembangan Media Trainer Elektronika pada Mata Pelajaran Pengukuran Komponen Elektronika Kelas X TITL B Di SMK Negeri 1 Padang %A Rijalvi Akhyar %I Universitas Negeri Padang %L repounp44447 %X Proses pembelajaran pada mata pelajaran pengukuran komponen elektronika belum optimal dalam mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Belum optimalnya tujuan pembelajaran maka, dilakukan pengembangan media pembelajaran trainer elektronika yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mengetahui validitas trainer, (2) mengetahui kepraktisan trainer, (3) mengetahui efektifitas trainer, (4) menghasilkan produk berupa trainer elektronika, (5) mengetahui hasil belajar siswa menggunakan media trainer elektronika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan R&D (Research & Development) sebagaimana metode ini paling efektif digunakan untuk meneliti pemberian hal baru berupa objek penelitian adalah media trainer elektronika yang dilengkapi dengan buku panduan dan Jobsheet. Tahap pengembangan produk meliputi (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba terbatas, (7) revisi produk tahap uji coba produk, (8)uji coba pemakaian, (9) revisi produk tahap uji coba pemaiakain, (10) produk final. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi (1) angket penelitian (2)pengujian dan pengamatan. Adapun uji kelayakan media pembelajaran menggunakan lembar validasi yang diberikan kepada dua dosen Teknik Elektro dan dua guru mata pelajaran dan ujicoba pemakaian dilakukan oleh 20 siswa. Efektifitas media trainer dilihat dari penguasaan materi oleh siswa setelah dilakukannya pembelajaran menggunakan media trainer. Hasil validasi media oleh validator memperoleh tingkat validasi dengan persentase 92% sangat valid. Kemudian,hasil kepraktisan oleh guru mata pelajaran memperoleh persentase sebesar 96% dengan kategori sangat praktis. Hasil kepraktisan siswa dengan persentase 86% berada dalam kategori praktis. Melalui penerapan media pada proses pembelajaran diketahui bahwa 88,22% siswa memperoleh hasil belajar ≥80. Berdasarkan penguasaan materi siswa tersebut maka media dinyatakan efektif karena persentase siswa yang mencapai KKM lebih besar dengan ketuntasan klasikal KTSP dengan persentase 85% dapat disimpulkan media trainer baik digunakan dalam proses pembelajaran PKE.