%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A Sarah, Sarah %A Universitas Negeri Padang, %B Ilmu Sosial Politik FIS UNP %D 2018 %F repounp:44424 %I Universitas Negeri Padang %T Akulturasi pada Masyarakat Multikultural: Studi pada Masyarakat Jawa dan Minangkabau di Desa Kempas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44424/ %X Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya akulturasi budaya antara masyarakat Jawa dan Minangkabau yang cukup harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk- bentuk akulturasi di Desa Kempas Jaya, dan bagaimana dampak akulturasi budaya antara masyarakat Minangkabau dengan masyarakat Jawa di Desa Kempas Jaya Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah tokoh masyarakat, masyarakat Jawa, masyarakat Minangkabau dan masyarakat yang menikah antara masyarakat Jawa dan masyarakat Minangkabau. Teknik pengambilan informan berdasarkan criteria yang ditentukan oleh peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara dan studi dokumentasi. Hasil temuan di lapangan menunjukkan bahwa adanya bentuk-bentuk akulturasi di Desa Kempas Jaya, bentuk akulturasi ini terbagi menjadi tiga yakni: Pertama, akulturasi terjadi ketika orang-orang dengan budaya yang berbeda tinggal secara berdekatan satu sama lain dan pola-pola budaya dipelajari secara tidak sengaja (Blind Acculturation). Kedua, akulturasi terjadi ketika unsur pemaksaan pada posisi satu budaya oleh budaya lain ( Imposed Acculturation). Ketiga, akulturasi terjadi ketika representasi tiap budaya menghormati budaya lainnya (Democrative Acculturation) dan adanya Dampak akulturasi di Desa Kempas Jaya. Dampak akulturasi terbagi menjadi dua, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Damapak positif akulturasi adanya integrasi dan harmonisasi sosial di Desa Kempas Jaya. Dampak negatif akan hilangnya kesakralan dari budaya Minangkabau dan bagi generasi muda masyarakat Minangkabau tidak mengetahui budaya aslinya.