@phdthesis{repounp44327, month = {March}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2014}, title = {Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Politik Masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang Putaran Pertama Tahun 2013 Menggunakan Analisis Regresi Logistik.}, author = {Ziqri, Aulia}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44327/}, abstract = {Dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013, terjadi penurunan partisipasi pemilih. Salah satu daerah dengan tingkat partisipasi pemilih terendah adalah Kecamatan Koto Tangah. Faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan kepala daerah adalah tingkat pendidikan pemilih, jenis pekerjaan pemilih, kualitas pasangan calon, kontak pemilih dengan media masa, kesadaran politik, dan ikatan kedaerahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model regresi logistik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik Masyarakat Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013, mengetahui variabel apa yang paling berpengaruh terhadap partisipasi politik masyarakat Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota putaran pertama tahun 2013, dan mengetahui nilai odds ratio dari faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putran pertama tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat wajib pilih di Kecamatan Koto Tangah yang berjumlah 113.091. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik proporsional random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Walikota sedangkan variabel bebasnya adalah tingkat pendidikan pemilih, jenis pekerjaan pemilih, kualitas pasangan calon, kontak pemilih dengan media masa, kesadaran politik, dan ikatan kedaerahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013 adalah tingkat pendidikan pemilih (X1) dan jenis pekerjaan pemilih (X2) dengan model : {\ensuremath{\pi}}?x? ? exp?0,693 ? 1,306?? ? 0,916??? 1 ? exp?0,693 ? 1,306?? ? 0,916??? Nilai odds ratio untuk variabel tingkat pendidikan pemilih adalah 0,271 yang berarti kecenderungan pemilih dengan tingkat pendidikan SD/SMP ikut berpartisipasi dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 0,271 lebih kecil dari pada pemilih dengan tingkat pendidikan SMA/Diploma/S1 dan nilai odds ratio untuk variabel jenis pekerjaan pemilih adalah 2,5 yang berarti pemilih dengan jenis pekerjaan PNS cenderung ikut serta dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 2,5 lebih besar dari pada pemilih dengan jenis pekerjaan Non PNS (ibu rumah tangga, buruh, petani, pelajar/mahasisiwa).Dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013, terjadi penurunan partisipasi pemilih. Salah satu daerah dengan tingkat partisipasi pemilih terendah adalah Kecamatan Koto Tangah. Faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan kepala daerah adalah tingkat pendidikan pemilih, jenis pekerjaan pemilih, kualitas pasangan calon, kontak pemilih dengan media masa, kesadaran politik, dan ikatan kedaerahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model regresi logistik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik Masyarakat Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013, mengetahui variabel apa yang paling berpengaruh terhadap partisipasi politik masyarakat Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota putaran pertama tahun 2013, dan mengetahui nilai odds ratio dari faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putran pertama tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat wajib pilih di Kecamatan Koto Tangah yang berjumlah 113.091. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik proporsional random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Walikota sedangkan variabel bebasnya adalah tingkat pendidikan pemilih, jenis pekerjaan pemilih, kualitas pasangan calon, kontak pemilih dengan media masa, kesadaran politik, dan ikatan kedaerahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013 adalah tingkat pendidikan pemilih (X1) dan jenis pekerjaan pemilih (X2) dengan model : {\ensuremath{\pi}}?x? ? exp?0,693 ? 1,306?? ? 0,916??? 1 ? exp?0,693 ? 1,306?? ? 0,916??? Nilai odds ratio untuk variabel tingkat pendidikan pemilih adalah 0,271 yang berarti kecenderungan pemilih dengan tingkat pendidikan SD/SMP ikut berpartisipasi dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 0,271 lebih kecil dari pada pemilih dengan tingkat pendidikan SMA/Diploma/S1 dan nilai odds ratio untuk variabel jenis pekerjaan pemilih adalah 2,5 yang berarti pemilih dengan jenis pekerjaan PNS cenderung ikut serta dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 2,5 lebih besar dari pada pemilih dengan jenis pekerjaan Non PNS (ibu rumah tangga, buruh, petani, pelajar/mahasisiwa).Dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013, terjadi penurunan partisipasi pemilih. Salah satu daerah dengan tingkat partisipasi pemilih terendah adalah Kecamatan Koto Tangah. Faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan kepala daerah adalah tingkat pendidikan pemilih, jenis pekerjaan pemilih, kualitas pasangan calon, kontak pemilih dengan media masa, kesadaran politik, dan ikatan kedaerahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model regresi logistik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik Masyarakat Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013, mengetahui variabel apa yang paling berpengaruh terhadap partisipasi politik masyarakat Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota putaran pertama tahun 2013, dan mengetahui nilai odds ratio dari faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putran pertama tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat wajib pilih di Kecamatan Koto Tangah yang berjumlah 113.091. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik proporsional random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Walikota sedangkan variabel bebasnya adalah tingkat pendidikan pemilih, jenis pekerjaan pemilih, kualitas pasangan calon, kontak pemilih dengan media masa, kesadaran politik, dan ikatan kedaerahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013 adalah tingkat pendidikan pemilih (X1) dan jenis pekerjaan pemilih (X2) dengan model : {\ensuremath{\pi}}?x? ? exp?0,693 ? 1,306?? ? 0,916??? 1 ? exp?0,693 ? 1,306?? ? 0,916??? Nilai odds ratio untuk variabel tingkat pendidikan pemilih adalah 0,271 yang berarti kecenderungan pemilih dengan tingkat pendidikan SD/SMP ikut berpartisipasi dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 0,271 lebih kecil dari pada pemilih dengan tingkat pendidikan SMA/Diploma/S1 dan nilai odds ratio untuk variabel jenis pekerjaan pemilih adalah 2,5 yang berarti pemilih dengan jenis pekerjaan PNS cenderung ikut serta dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 2,5 lebih besar dari pada pemilih dengan jenis pekerjaan Non PNS (ibu rumah tangga, buruh, petani, pelajar/mahasisiwa).Dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013, terjadi penurunan partisipasi pemilih. Salah satu daerah dengan tingkat partisipasi pemilih terendah adalah Kecamatan Koto Tangah. Faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan kepala daerah adalah tingkat pendidikan pemilih, jenis pekerjaan pemilih, kualitas pasangan calon, kontak pemilih dengan media masa, kesadaran politik, dan ikatan kedaerahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model regresi logistik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik Masyarakat Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013, mengetahui variabel apa yang paling berpengaruh terhadap partisipasi politik masyarakat Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota putaran pertama tahun 2013, dan mengetahui nilai odds ratio dari faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putran pertama tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat wajib pilih di Kecamatan Koto Tangah yang berjumlah 113.091. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik proporsional random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Walikota sedangkan variabel bebasnya adalah tingkat pendidikan pemilih, jenis pekerjaan pemilih, kualitas pasangan calon, kontak pemilih dengan media masa, kesadaran politik, dan ikatan kedaerahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013 adalah tingkat pendidikan pemilih (X1) dan jenis pekerjaan pemilih (X2) dengan model : {\ensuremath{\pi}}?x? ? exp?0,693 ? 1,306?? ? 0,916??? 1 ? exp?0,693 ? 1,306?? ? 0,916??? Nilai odds ratio untuk variabel tingkat pendidikan pemilih adalah 0,271 yang berarti kecenderungan pemilih dengan tingkat pendidikan SD/SMP ikut berpartisipasi dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 0,271 lebih kecil dari pada pemilih dengan tingkat pendidikan SMA/Diploma/S1 dan nilai odds ratio untuk variabel jenis pekerjaan pemilih adalah 2,5 yang berarti pemilih dengan jenis pekerjaan PNS cenderung ikut serta dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 2,5 lebih besar dari pada pemilih dengan jenis pekerjaan Non PNS (ibu rumah tangga, buruh, petani, pelajar/mahasisiwa).Dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013, terjadi penurunan partisipasi pemilih. Salah satu daerah dengan tingkat partisipasi pemilih terendah adalah Kecamatan Koto Tangah. Faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan kepala daerah adalah tingkat pendidikan pemilih, jenis pekerjaan pemilih, kualitas pasangan calon, kontak pemilih dengan media masa, kesadaran politik, dan ikatan kedaerahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model regresi logistik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik Masyarakat Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013, mengetahui variabel apa yang paling berpengaruh terhadap partisipasi politik masyarakat Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota putaran pertama tahun 2013, dan mengetahui nilai odds ratio dari faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putran pertama tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan menggunakan analisis regresi logistik. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat wajib pilih di Kecamatan Koto Tangah yang berjumlah 113.091. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik proporsional random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah partisipasi politik masyarakat dalam pemilihan Walikota sedangkan variabel bebasnya adalah tingkat pendidikan pemilih, jenis pekerjaan pemilih, kualitas pasangan calon, kontak pemilih dengan media masa, kesadaran politik, dan ikatan kedaerahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat Kecamatan Koto Tangah dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang putaran pertama tahun 2013 adalah tingkat pendidikan pemilih (X1) dan jenis pekerjaan pemilih (X2) dengan model : {\ensuremath{\pi}}?x? ? exp?0,693 ? 1,306?? ? 0,916??? 1 ? exp?0,693 ? 1,306?? ? 0,916??? Nilai odds ratio untuk variabel tingkat pendidikan pemilih adalah 0,271 yang berarti kecenderungan pemilih dengan tingkat pendidikan SD/SMP ikut berpartisipasi dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 0,271 lebih kecil dari pada pemilih dengan tingkat pendidikan SMA/Diploma/S1 dan nilai odds ratio untuk variabel jenis pekerjaan pemilih adalah 2,5 yang berarti pemilih dengan jenis pekerjaan PNS cenderung ikut serta dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Padang 2,5 lebih besar dari pada pemilih dengan jenis pekerjaan Non PNS (ibu rumah tangga, buruh, petani, pelajar/mahasisiwa).} }