@phdthesis{repounp44267, month = {February}, school = {Universitas Negeri Padang}, year = {2021}, title = {Pengaruh Model Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran Biologi di SMAN 7 Tebo}, author = {Febriatika, Windi}, url = {https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44267/}, abstract = {Perkembangan IPTEK yang sangat pesat pada abad 21 mampu menghilangkan batas antarnegara untuk saling bersaing. Hal ini mengharuskan setiap individu untuk menggunakan segala kemampuan dan pemikiran untuk dapat bersaing. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki untuk melewati tantangan abad 21 adalah keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis penting untuk dikuasai peserta didik agar lebih terampil dalam membuat argumen, mempertimbangkan kredibilitas sumber, membuat keputusan dan mempertimbangkan hasilnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik pada proses pembelajaran. Hasil uji pendahuluan di SMAN 7 Tebo menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) terhadap keterampilan berpikir peserta didik di SMAN 7 Tebo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Randomized Pretest-Posttest Control Group Designed dengan populasi seluruh kelas X MIPA di SMAN 7 Tebo. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang terpilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas X MIPA 1 dan kelas kontrol adalah X MIPA 2. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah soal pretest-posttest dalam bentuk esai. Perlakuan pada kelas eksperimen adalah penerapan model Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil uji One-Way ANCOVA menujukkan bahwa nilai signifikansi (p) data tersebut adalah 0,000{\ensuremath{<}}0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan keterampilan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan mengontrol keterampilan berpikir kritis awal peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TAPPS berpengaruh positif berarti terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik di SMAN 7 Tebo} }