%0 Thesis %9 Bachelor/Skripsi %A MAILINA, YUNI %A FIS UNP, %B Pendidikan Sejarah FIS UNP %D 2014 %F repounp:44234 %I Universitas Negeri Padang %T Implementasi Standar Proses pada Pembelajaran Sejarah di SMA Adabiah 2 Padang %U https://repository.unp.ac.id/id/eprint/44234/ %X Pembelajaran adalah setiap kegiatan yang dirancang oleh guru untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan nilai yang baru dalam proses yang sistematis melalui tahap rancangan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam konteks kegiatan belajar mengajar. Sebagai pengajar, guru akan melakukan proses pembelajaran dengan optimal. Guru perlu memiliki kemampuan merencanakan dan mengimplementasikan pembelajaran secara optimal agar tercapai tujuan pembelajaran. Namun kenyataan di lapangan tahapan proses pembelajaran belum terlaksana sepenuhnya, untuk itu penulis tertarik untuk melihat bagaimana implementasi standar proses pada pembelajaran sejarah di SMA Adabiah 2 Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran implementasi standar proses pembelajaran meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran sejarah di SMA Adabiah 2 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif yang berusaha untuk mengungkap kenyataan di lapangan. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan informanya adalah guru mata pelajaran sejarah. Teknik analisis data yang digunakan adalah Model Miles Hubberman yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: implementasi standar proses pembelajaran sejarah dalam merencanakan pembelajaran sudah sesuai, hal ini ditinjau dari guru tersebut telah membuat RPP berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 41 Tahun 2007, Namun dalam tahapan proses pembelajaran masih terdapat kendala dilihat dari perencanaan proses pembelajaran guru masih terkendala dengan RPP yang dibuat dengan apa yang dilaksanakan belum terlaksana secara maksimal. Sedangkan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, guru belum mampu melaksanakan semua kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup dalam proses mengajar, kemudian dalam penilaian proses pembelajaran hasil belajar siswa masih rendah dengan siswa mendapatkan remedi dari guru, dan dalam pengawasan proses pembelajaran pemahaman guru masih kurang, namun pelaksanaan pengawasan dari Dinas Pendidikan dan tindak lanjut yang dilakukan sudah baik terlihat dari adanya pelatihan yang diberikan kepada guru seperti seminar, worshop, dan kesempatan untuk mengikuti kejenjang yang lebih tinggi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi standar proses pada pembelajaran sejarah di SMA Adabiah 2 Padang masih terkendala dengan tahap-tahap proses pembelajaran yang dilakukan guru masih belum terlaksana secara maksimal.